Desa Ngunut Serap Ilmu Kampung Hijau untuk Hadapi Krisis Air

Reporter : Eric Setyo Pambudi
Sebanyak 40 peserta menyusuri kawasan padat penduduk yang telah bertransformasi menjadi ruang hijau produktif.  INPhoto/Eric

MALANG, iNFONews.ID - Upaya memperkuat ketahanan air desa mulai digerakkan dari lapangan. Desa Ngunut, Kabupaten Ponorogo, mengirim puluhan perwakilan warga untuk belajar langsung ke Kampung Glintung Go Green dan Kampung Semar, dua kawasan yang dikenal berhasil mengelola lingkungan dan cadangan air secara mandiri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan program Desa Menabung Air yang diinisiasi Menabung Air Foundation bersama dukungan Maesa Group. 

Fokusnya jelas, yakni memastikan desa mampu mengelola sumber daya air secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Sebanyak 40 peserta menyusuri kawasan padat penduduk yang telah bertransformasi menjadi ruang hijau produktif. 

Mereka mempelajari langsung teknik konservasi air tanah, mulai dari sumur resapan hingga biopori berukuran besar yang terbukti efektif menjaga ketersediaan air.

Perwakilan MAF, Andi Widodo, menyebut pendekatan berbasis masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.

“Warga harus menjadi pelaku utama. Mereka perlu melihat sendiri bahwa praktik konservasi bisa diterapkan dan memberi dampak nyata,” ujarnya.

Selain aspek teknis, rombongan juga mendalami pengelolaan sampah organik serta strategi komunikasi digital. 

Tujuannya, gerakan lingkungan tidak berhenti di tingkat lokal, tetapi mampu menyebar dan menginspirasi wilayah lain.

Di sisi lain, aspek ekonomi turut menjadi perhatian. Warga diperkenalkan pada model ekonomi sirkular berbasis lingkungan, termasuk penguatan UMKM yang melibatkan kelompok perempuan. Skema tersebut membuka peluang tambahan pendapatan tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Kepala Desa Ngunut, Siti Khotijah, menilai perubahan terbesar justru terletak pada pola pikir masyarakat.

“Tantangan utama bukan teknologi, melainkan membangun kesadaran bersama. Kami ingin semangat dari Malang menjadi investasi jangka panjang bagi desa,” katanya.

Desa Ngunut termasuk wilayah yang rentan menghadapi tekanan ketersediaan air. Melalui program tersebut, desa diarahkan membangun sistem terpadu dari hulu hingga hilir, mencakup konservasi, pengelolaan limbah, hingga distribusi air yang efisien.

Kunjungan ditutup dengan penyusunan peta jalan implementasi. Pemerintah desa bersama mitra memastikan setiap pengetahuan yang diperoleh segera diterapkan. 

Targetnya bukan sekadar perubahan fisik, tetapi terbentuknya budaya baru yang lebih peduli terhadap air dan lingkungan.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru