Lia Istifhama Dukung RPH Halal Jatim Jadi Hub Utama Pasokan Daging Nasional

Reporter : Eric Setyo Pambudi
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. INPhoto/Eric

SURABAYA, iNFONews.ID - Rencana PT Jatim Graha Utama (JGU) membangun Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Halal di level provinsi mendapat lampu hijau dari Senayan. 

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai langkah ini merupakan solusi konkret untuk mengamankan rantai pasok pangan sekaligus melindungi hak konsumen muslim di wilayah lumbung ternak nasional tersebut.

Baca juga: Perkuat Logistik Pangan, PT JGU Inisiasi RPH Halal Tingkat Provinsi

Selama ini, pengelolaan fasilitas pemotongan hewan bersertifikat halal di Jawa Timur masih berjalan sporadis di tingkat kabupaten/kota atau dikelola pihak swasta dalam skala kecil. 

Kehadiran RPH di bawah naungan BUMD Jatim ini diharapkan mampu menjadi poros utama yang menyatukan standar kualitas daging dari hulu hingga hilir.

Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan implementasi nyata dari mandat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). 

Baginya, kepastian halal bukan sekadar label, melainkan kewajiban pemerintah dalam menyediakan pangan yang aman.

"Proses penyembelihan adalah titik paling menentukan dalam rantai produk hewan. Karena mayoritas penduduk Jawa Timur adalah muslim, jaminan ini menjadi hak dasar yang tidak bisa ditawar," ujar Ning Lia di Surabaya, Rabu (15/4/2026).

Lia, yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Jawa Timur, memandang keamanan pangan sebagai fondasi kepercayaan publik terhadap produk lokal. 

Baca juga: PKC PMII Jatim Perkuat Jaringan dengan Fraksi Golkar DPRD Jatim, Bersinergi Dorong Kemajuan Daerah

Menurutnya, tanpa infrastruktur yang mumpuni, potensi besar Jatim sebagai produsen daging tidak akan terserap maksimal di pasar modern maupun ekspor.

Data menunjukkan Jawa Timur secara konsisten mencatatkan produksi daging sapi di atas 100 ribu ton per tahun. Meski sempat fluktuatif pada 2023, posisi provinsi ini sebagai pemasok lebih dari 20 persen kebutuhan daging sapi nasional tetap tak tergoyahkan.

Sektor peternakan memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan Indonesia, di mana Jawa Timur muncul sebagai kekuatan utama dengan kontribusi produksi daging sapi yang mencapai lebih dari 20�ri total estimasi nasional.

Sementara itu, untuk komoditas ayam ras pedaging, dominasi produksi terpusat secara kumulatif di Pulau Jawa dengan total kontribusi melampaui 60%. Capaian besar ini didorong oleh sinergi produksi dari wilayah-wilayah kunci, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.

Baca juga: Dikenal Dekat Dengan Anak-anak, Senator Lia: Mereka Kunci Keberlangsungan Bangsa

"Kita adalah tulang punggung pasokan daging nasional. Maka, sudah sepatutnya standar yang kita terapkan adalah yang terbaik. Kapasitas produksi ayam pedaging kita bahkan sering surplus, ini modal besar untuk naik kelas ke skala industri modern," tambah peraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari UINSA tersebut.

Memasuki pertengahan 2026, Lia memproyeksikan permintaan protein hewani bakal terus menanjak seiring bertumbuhnya daya beli kelas menengah. Konsumen saat ini jauh lebih kritis terhadap aspek higienitas dan proses produksi yang transparan.

Pembangunan RPH Halal oleh PT JGU diprediksi bakal memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga harga di tingkat masyarakat lebih stabil. Integrasi teknologi modern dalam fasilitas ini juga diyakini mampu meningkatkan efisiensi produksi.

"Fasilitas tingkat provinsi ini akan memperkuat daya saing daging kita, tidak hanya di pasar domestik tapi juga untuk membidik pasar internasional. Ini adalah instrumen strategis untuk mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai pemimpin ekosistem industri halal di Indonesia," pungkasnya.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru