SURABAYA, iNFONews.ID - Kebutuhan konektivitas internet yang stabil kini melampaui sekadar gaya hidup, melainkan menjadi mesin penggerak utama ekonomi digital di Indonesia.
Merespons tren kerja jarak jauh (WFH) dan efisiensi operasional yang kian masif, Biznet mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan terintegrasi untuk memastikan masyarakat tetap produktif tanpa hambatan teknis.
Baca juga: Legislator Gerindra Ingatkan ASN Jatim: WFH Satu Hari Wajib Tetap Produktif
Langkah strategis ini ditandai dengan pengaktifan jaringan serat optik (fiber optic) bawah laut yang menghubungkan Jakarta, Cirebon, Semarang, hingga Surabaya sejak Maret 2025.
Proyek ini menjadi bagian dari pembangunan Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2), sebuah jalur konektivitas bawah laut yang akan menyatukan Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.
President Director Biznet, Adi Kusma, menjelaskan bahwa penguatan tulang punggung (backbone) digital ini bertujuan menjadi fondasi transformasi ekonomi nasional.
"Digitalisasi terus tumbuh dan penetrasi internet merangkak naik tiap tahun. Kami melihat akselerasi ini sebagai keharusan agar operasional bisnis tetap berjalan optimal. Infrastruktur Biznet siap menyokong aktivitas WFH agar tetap lancar, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di era baru ini," ujar Adi saat ditemui di Surabaya, Kamis (9/4/2026).
Surabaya, sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, menjadi pusat perhatian Biznet dalam peta ekspansinya. Hingga tahun 2026, perusahaan telah menggelar lebih dari 200.000 homepass yang menjangkau 118 kelurahan di Kota Pahlawan.
Dukungan teknis juga diperkuat melalui kehadiran 13 kantor cabang yang mencakup wilayah Surabaya, Sidoarjo, hingga Gresik. Keberadaan Biznet Technocenter Surabaya yang diresmikan sejak 2023 kini resmi beroperasi penuh sebagai pusat data serta pusat kendali layanan untuk wilayah Jawa Timur.
"Surabaya punya potensi besar menjadi hub konektivitas yang menyambungkan pulau-pulau lain di Indonesia, terutama dengan melintasnya jalur BNCS-2 di wilayah ini," tambah Adi.
Baca juga: Respons Sekretariat DPRD Jatim Soal Arahan Penghematan Anggaran Prabowo
Demi menjaga daya saing di tengah ketatnya pasar ISP (Internet Service Provider), Biznet melakukan terobosan pada kapasitas layanan.
Per Januari 2026, perusahaan meningkatkan kapasitas bandwidth sebesar 30% lebih besar, mencapai hingga 500 Mbps.
Menariknya, kenaikan kapasitas ini dibarengi dengan penyesuaian harga yang lebih kompetitif guna menyesuaikan daya beli masyarakat di berbagai kabupaten/kota.
Selain aspek teknis, Biznet juga menggunakan pendekatan emosional dan komunitas untuk menjaga loyalitas pengguna melalui:
1. Biznet Festival Surabaya 2026: Ajang kreativitas di Parkir Timur Plaza Surabaya pada 11 April mendatang yang memadukan kompetisi Band, MOBA, hingga hiburan musik dari The Changcuters.
2. Program CSR Digital: Pemberian akses internet gratis bagi 50 Kepala Keluarga di sekitar area MarinePOP Gresik Banyuurip sebagai bentuk pemerataan akses bagi warga di lokasi pendaratan kabel bawah laut.
3. Inovasi Aplikasi: Peluncuran fitur Spin Wheel di aplikasi MyBiznet setiap tanggal 1, 11, dan 21 yang menawarkan bonus bandwidth tambahan hingga 250 Mbps secara gratis bagi pelanggan setia.
Melalui integrasi antara keandalan kabel bawah laut dan optimalisasi layanan pelanggan, Biznet berupaya mewujudkan ekosistem digital yang memungkinkan masyarakat merasa "tenang, senang, dan menang" saat berselancar di dunia maya.
Editor : Alim Kusuma