Tragedi Sungai Tunjung, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Usai Dua Hari Pencarian

Reporter : Alim Kusuma
Tim SAR gabungan menemukan Siti Ruqqiyah dan anaknya, Ibrahim, dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Tunjung, Bangkalan, setelah dua hari pencarian. INPhoto/Basarnas Surabaya

BANGKALAN, iNFONews.ID - Operasi pencarian intensif selama dua hari di Sungai Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan Siti Ruqqiyah (35) dan putranya, Muhammad Ibrahim (8), dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (1/4/2026) sore.

Kedua korban ditemukan di titik berbeda setelah terseret arus sungai yang cukup deras. Siti Ruqqiyah ditemukan pertama kali pada pukul 16.15 WIB, berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal kejadian. Satu jam berselang, jasad sang anak ditemukan lebih jauh, yakni 1,5 kilometer dari lokasi serupa.

Baca juga: [UPDATE] Korban Meninggal Dunia Insiden Musala Al Khoziny Jadi 61 Orang, 17 Sudah Diidentifikasi

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengonfirmasi bahwa seluruh kekuatan telah dikerahkan sebelum akhirnya jasad kedua korban berhasil dievakuasi.

"Setelah upaya maksimal di sepanjang aliran sungai, kedua jasad korban akhirnya berhasil kami angkat. Lokasi penemuannya terpaut sekitar 500 meter satu sama lain," kata Nanang saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Insiden memilukan ini bermula pada Selasa (31/3/2026) dini hari. Keduanya diduga menceburkan diri ke dalam sungai sekitar pukul 03.30 WIB. Kecurigaan ini diperkuat dengan ditemukannya tas dan sandal milik korban yang tergeletak di pinggir sungai tak jauh dari lokasi tenggelamnya kedua korban.

Baca juga: Insiden Musala Al Khoziny: Tim SAR Temukan 11 Jenazah Lagi

Tim SAR sempat menghadapi kendala teknis saat menyisir dasar sungai. Koordinator Pos SAR Sumenep, Nurhadi Santoso, menjelaskan bahwa jarak pandang penyelam di bawah air sangat terbatas.

"Kondisi air sungai sangat keruh, ini menyulitkan penyelam kami untuk melihat objek di dasar. Strategi akhirnya kami ubah dengan menciptakan riak air menggunakan perahu karet untuk mengangkat benda di dasar sungai," ujar Nurhadi.

Operasi ini melibatkan tiga unit pencari (SRU), mulai dari tim penyelam Basarnas hingga penyisiran darat oleh relawan. Kerja sama solid antara BPBD Jawa Timur, BPBD Bangkalan, TNI/Polri, hingga warga setempat menjadi faktor kunci hingga jenazah bisa ditemukan sebelum malam tiba.

Baca juga: Gubernur Khofifah Apresiasi BPBD Se-Jatim yang Siap Sigap dan Tangguh Hadapi Bencana

Usai proses pengangkatan dari sungai, jasad ibu dan anak tersebut langsung dilarikan ke RSUD Syarifah Ambami Ratu Ebu Bangkalan untuk dilakukan proses pemulasaraan.

"Kami berterima kasih kepada seluruh pihak dan warga yang terlibat. Keberhasilan evakuasi ini adalah hasil kerja keras bersama di lapangan," pungkas Nanang.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru