SIDOARJO, iNFONews.ID - Tabir gelap yang menyelimuti sejarah kepemimpinan Bung Karno akhirnya terang benderang.
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia, membawa kabar melegakan bagi para pengagum Sang Proklamator saat menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Minggu (15/3).
Baca juga: HUT Megawati: Indah Kurnia Gerakkan Kader PDI Rawat Lingkungan Sidoarjo
Indah membedah urgensi pencabutan TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967. Ketetapan hukum tersebut sebelumnya menjadi dasar tuduhan keterlibatan Soekarno dalam gerakan PKI.
Dengan dicabutnya aturan itu, segala noda politik yang dialamatkan kepada Presiden pertama RI tersebut dinyatakan tidak terbukti secara hukum maupun sejarah.
"Tugas kami di MPR RI adalah memastikan rakyat tahu kebenaran ini. Bung Karno tidak pernah mengkhianati negara ini," tegas Indah saat berdialog dengan warga di Balongbendo, Sidoarjo.
Legislator yang kembali dipercaya rakyat untuk periode keempatnya ini tidak ingin masyarakat terjebak dalam pusaran informasi keliru.
Baginya, meluruskan sejarah bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan upaya menjaga martabat bangsa agar tidak terus-menerus mewariskan fitnah kepada generasi mendatang.
Dalam sehari, Indah bergerak lincah menyisir dua titik. Bermula dari hangatnya pertemuan dengan Komunitas Keluarga Kawanua Surabaya pada pagi hari, hingga berlanjut ke tengah masyarakat Balongbendo saat siang terik. Di kedua lokasi, pesan yang dibawa tetap serupa: persatuan adalah harga mati.
Baca juga: Indah Kurnia Tegaskan Fakta Sejarah Bung Karno dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan
Ia mengingatkan bahwa arus informasi digital yang liar berpotensi memecah belah jika tidak dibentengi dengan pemahaman nilai-nilai luhur.
"Kunci hidup bermasyarakat itu sederhana; rukun, guyub, dan suka berbagi. Itulah esensi gotong royong dalam 4 Pilar yang harus kita praktikkan setiap hari," tambahnya.
Harapan senada muncul dari tokoh lokal, Novri. Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya ini menilai edukasi sejarah seperti ini sangat krusial bagi milenial dan Gen Z.
Tanpa pemahaman Pancasila yang kuat, anak muda rentan kehilangan jati diri di tengah gempuran konten media sosial.
Baca juga: Berkat Indah Kurnia, Ratusan Pekerja Seni Surabaya Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
"Kami sangat terbantu. Ini menjadi bekal bagi anak muda agar mereka bangga terhadap nilai-nilai kebangsaan dan tidak mudah terprovokasi," kata Novri.
Indah menutup rangkaian kegiatannya dengan ajakan untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Ia percaya, Surabaya dan Sidoarjo bisa menjadi contoh wilayah yang tetap kompak meski diterjang berbagai dinamika informasi.
Editor : Alim Kusuma