SURABAYA, iNFONews.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menambah semarak di acara penutupan Expo & Expose SMK Jatim Tahun 2026, yang digelar di Grand City mulai 12 – 14 Februari 2026 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026).
Khofifah menyampaikan Expo dan Expose SMK Jawa Timur 2026, menjadi pintu gerbang terbukanya kemajuan masa depan siswa siswi SMK Jawa Timur.
“Kegiatan ini adalah cara kita bersama membukakan gerbang pintu masa depan untuk anak-anak semua. Oleh karena itu booth - booth yang hadir di acara ini, adalah etalase inovasi, etalase kreativitas, dan etalase gagasan yang luar biasa. Oleh karena itu kami kembali menyampaikan terima kasih kepada mitra dunia usaha dan dunia industri, gagasan-gagasan mereka ini sangat sering out of the box,” ujar Gubernur Khofifah disambut meriah tepuk tangan.
Lanjut Khofifah, banyak produk yang dihasilkan siswa siswi SMK, misalnya suku cadang dari ujung senjata yang diproduksi oleh Pindad di Malang yang ternyata adalah hasil dari produksi anak SMK Sooko Mojokerto.
“Gagasan yang out of the box ini harus ketemu kanalnya. Saya pernah meninjau di SMK Sooko Mojokerto, ternyata menyiapkan suku cadang dari persenjataan yang diproduksi oleh Pindad. Ketika ada kunjungan Pak Prabowo yang waktu Menhan, ke Pindad, sebagai kepala daerah saya menyampaikan bahwa beberapa suku cadang dari ujung senjata yang diproduksi oleh Pindad di Malang itu ternyata adalah hasil dari produksi anak SMK Sooko Mojokerto,” ujarnya.
Dijelaskan, jika para siswa mendapatkan ruang dan peluang yang makin terbuka luas dan advance, mereka dipastikan akan menjadi bagian dari penguatan menuju masa depan gemilang.
"Insya Allah vocational training yang mereka bisa dapatkan menjadi bagian dari penguatan. Vokasi mereka ini akan menguatkan market yang memungkinkan bisa langsung menyerap mereka,” tegasnya.
“Jadi produk yang dihasilkan oleh anak-anak SMK dengan anak yang kuliah di ITS tidak kalah. Landasan teorinya yang membedakan, tapi end productnya itu tidak kalah. Oleh karena itu, saya menyampaikan bahwa mereka memiliki inovasi yang luar biasa, gagasan yang luar biasa, kreativitas yang luar biasa,” ucapnya.
Lanjutnya, jika mereka mendapat tempat tumbuh kembang yang luar biasa, mereka juga akan menjadi anak-anak bangsa yang luar biasa. Hebatnya SMK Jatim, memang hebat dan sungguh hebat.
"Terima kasih kebersamaan yang luar biasa, Expo dan Expose SMK 2026 saya nyatakan resmi ditutup sebagai pembuka pintu gerbang masa depan mereka. Selamat menyambut bulan Ramadan 1447 H, mudah-mudahan Ramadan ini menyemai damai, kasih, menguatkan kesholehan sosial dan solidaritas diantara kita semua. Dan yang akan merayakan Imlek, Selamat Merayakan Imlek, mudah – mudahan kebahagiaan, kesejahteraan dan kemakmuran akan menjadi bagian penguat kehidupan kita, baik di Jawa Timur maupun di Indonesia. Salam sehat bahagia, sukses penuh berkah,” pungkasnya.
Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Jawa Timur atas terselenggaranya Expo & Expose 2026. Ajang ini bukan sekadar pameran, melainkan panggung pembuktian serta ruang afirmasi bahwa SMK Jawa Timur mampu menunjukkan kualitas, inovasi, dan kesiapan lulusannya dalam menjawab kebutuhan dunia kerja, dunia industri, dan bahkan pasar global.
Produk kreatif, inovasi teknologi, teaching factory, hingga kemitraan industri yang ditampilkan hari ini merupakan bukti bahwa transformasi pendidikan vokasi terus bergerak maju. Kadis Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, tujuan strategis Expo dan Expose 2026 adalah menguatkan citra SMK di Jawa Timur sebagai pusat produksi profesional, mempertemukan siswa dengan dunia industri dan dunia pendidikan secara langsung serta mendorong transaksi riil & kontrak kerja sama Memperluas jejaring kemitraan strategis.
Kegiatan ini diikuti oleh 269 sekolah (203 SMK Negeri, 66 SMK Swasta), total transaksi mencapai Rp 2,9 miliar lebih dengan 5 ribu lebih pengunjung. Sementara Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim dalam kegiatan ini melakukan MoU dengan SMK Telkom Malang tentang Implementasi Program Pengembangan SDM dan Pengembangan Dukungan Teknologi Informasi. (*)
Editor : Tudji Martudji