Efisiensi Bongkar Muat Pacu Arus Peti Kemas TPK Bagendang Naik 4 Persen

Reporter : Ali Masduki
Arus peti kemas TPK Bagendang naik 4% tembus 75.175 TEUs. Penambahan jam kerja dan rencana crane baru pacu efisiensi logistik Kalimantan Tengah. INPhoto/Humas

SAMPIT, iNFONews.ID – Aktivitas pengiriman barang melalui TPK Bagendang di Sampit, Kalimantan Tengah, menunjukkan tren penguatan sepanjang tahun 2025. 

Hingga tutup tahun, arus peti kemas di terminal ini menyentuh angka 75.175 TEUs, tumbuh sekitar 4 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 72.233 TEUs.

Baca juga: Bidik Pasar Asia Tenggara, J&T Express Fasilitasi Investasi Logistik China

Kenaikan ini menjadi indikator positif bagi denyut ekonomi daerah, mengingat pelabuhan merupakan urat nadi distribusi kebutuhan pokok dan komoditas. 

Percepatan arus bongkar muat di lapangan berhasil membangun kepercayaan para pemilik barang dan maskapai pelayaran terhadap keandalan infrastruktur di Sampit.

Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengungkapkan bahwa produktivitas alat di dermaga berhasil melampaui target yang ditetapkan. Indikator Box Ship Hour (BSH) mencapai 19,46 dari target 17, sementara Berth Crane Hour (BCH) tercatat di angka 28,27.

“Pencapaian ini berkat optimalisasi pola kunjungan kapal dan produktivitas per armada yang lebih baik. Kami juga menambah jam kerja operasional dari 20 jam menjadi 21 jam, langkah yang terbukti efektif mempercepat arus keluar masuk barang,” ujar Fajar.

Rencana Ekspansi Alat dan Jam Operasional Meski volume pengiriman meningkat, saat ini operasional terminal masih mengandalkan satu unit Container Crane. 

Menyadari beban kerja yang semakin berat di tahun 2026, manajemen telah merencanakan pengadaan satu unit tambahan crane baru untuk memperkuat layanan.

Baca juga: Jajaran Direksi Subholding Peti Kemas Pelindo Dirombak

Fajar meyakini penambahan alat tersebut akan memangkas waktu tunggu kapal (waiting time) secara signifikan. "Kami ingin produktivitas terminal terus meningkat konsisten agar distribusi logistik di Kalimantan Tengah semakin lancar," imbuhnya.

Senada dengan pengelola, para pengguna jasa juga merasakan dampak dari perbaikan manajemen waktu di pelabuhan. 

Kepala Operasional PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Sampit, Cahya Agung Saputra, mengakui penambahan jam kerja operasional menjadi motor utama kenaikan arus barang.

“Kebijakan menambah jam operasional dari 18 jam menjadi 20 jam, lalu kini menjadi 21 jam, merupakan langkah tepat. Kami berharap tahun 2026 TPK Bagendang bisa segera menerapkan operasional penuh 24 jam selama 7 hari (24/7),” kata Cahya.

Langkah menuju operasional penuh 24 jam tersebut dinilai krusial untuk menjadikan TPK Bagendang sebagai pelabuhan yang lebih kompetitif. 

Jika rencana ini terealisasi, efisiensi biaya logistik di tingkat konsumen diharapkan dapat menurun seiring dengan semakin cepatnya perputaran kapal di dermaga.

Melalui catatan kinerja ini, anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas tersebut memantapkan posisinya sebagai pendukung utama konektivitas ekonomi di wilayah Kalimantan Tengah.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru