SURABAYA, iNFONews.ID - Dinas Perhubungan Jawa Timur memacu perluasan jangkauan transportasi massal setelah Trans Jatim sukses menembus angka 8 juta penumpang sepanjang 2025.
Meski terbentur keterbatasan anggaran daerah, otoritas transportasi optimistis mampu menambah sedikitnya 10 koridor baru di berbagai wilayah strategis pada tahun 2026 ini.
Baca juga: Genjot PAD, DPRD Jatim Usul Bus Trans Jatim Disulap Jadi Lahan Iklan
Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengungkapkan bahwa pagu anggaran pengelolaan saat ini tertahan di angka Rp250 miliar untuk operasional delapan koridor yang sudah berjalan.
Untuk menyiasati kebuntuan APBD tersebut, pemerintah mengandalkan unit Trans Jatim Luxury sebagai mesin pembiayaan mandiri melalui sistem subsidi silang.
"Layanan luxury ini kami dorong agar ekspansi jaringan bisa berjalan lebih mandiri tanpa terus-menerus bergantung pada APBD," ujar Nyono di Surabaya, Minggu (11/1/2026).
Berbeda dengan kelas reguler yang kerap sesak, Trans Jatim Luxury menjamin kenyamanan penumpang dengan kepastian kursi tanpa ada yang berdiri.
Tarif flat Rp30.000 untuk semua jarak dinilai tetap kompetitif, khususnya bagi pengguna mobil pribadi rute Sidoarjo–Gresik yang ingin beralih ke angkutan umum.
Baca juga: Trans Jatim Malang Akan Punya 2 Rute Baru, Kapan Ya?
Saat ini, 16 unit bus luxury telah mengaspal dan ditargetkan bertambah delapan unit lagi pada tahun ini melalui skema kerja sama swasta murni.
Profit dari layanan kelas menengah ke atas inilah yang akan digunakan untuk membiayai pembukaan rute-rute baru di wilayah yang belum terjangkau.
Peta ekspansi 2026 mencakup penambahan tiga koridor baru di kawasan Gerbangkertosusila serta dua koridor di Malang Raya.
Selain itu, jangkauan layanan akan diperluas masing-masing satu koridor ke wilayah Kediri Raya, Jember, Madiun, Pamekasan, hingga Bojonegoro.
Baca juga: Berkah Trans Jatim, Angkot Kota Batu Bergairah Kebanjiran Penumpang
"Melalui skema non-subsidi pada koridor yang sudah mapan, jangkauan layanan bisa merata ke seluruh Jawa Timur meskipun pagu anggaran kami tetap," kata Nyono.
Selain transportasi darat, Nyono juga memberikan kepastian terkait operasional Trans Laut Jatim. Armada kapal cepat saat ini masih menjalani perawatan rutin (maintenance) untuk menjamin aspek keselamatan pelayaran.
Layanan transportasi laut ini dijadwalkan kembali beroperasi pada akhir Januari 2026. Masyarakat masih bisa menikmati tarif promo lantaran Surat Keputusan (SK) Gubernur mengenai penyesuaian tarif baru hingga kini belum diterbitkan.
Editor : Alim Kusuma