SURABAYA, iNFONews.ID – Parlemen Jawa Timur bergerak cepat untuk menjawab dua krisis mendesak: kerusakan lingkungan yang memicu bencana dan jurang ekonomi yang memisahkan kawasan Utara dan Selatan Provinsi.
Komisi B DPRD Jatim mulai tahun 2026 akan dorong pengesahan Perda Kehutanan baru dan program akselerasi UMKM guna ciptakan pertumbuhan yang inklusif dan lestari.
Ketua Komisi B, Anik Maslachah, tekankan momentum Januari menjadi titik balik bagi Jawa Timur. Perda yang tengah dievaluasi kementerian akan jadi payung hukum bagi pengelolaan hutan yang seimbang antara ekologi dan ekonomi.
Baca juga: LPS Gandeng Rumah Literasi, Bekali UMKM Surabaya Pengelolaan Keuangan dan Strategi Digital
Puncak musim hujan kini mengingatkan betapa krusialnya langkah ini, mengingat kerusakan lahan pasca-eksplorasi tambang dan eksploitasi semata-mata demi keuntungan sudah tidak bisa dibiarkan.
"Prinsipnya harus dua: penguatan ekologi dan pemberdayaan ekonomi. Jangan sampai hutan hanya diberdayakan untuk kepentingan ekonomi namun mengenyampingkan ekosistem yang berujung pada bencana longsor dan banjir," tegas Anik saat ditemui di kantor parlemen, Senin (5/1/2026).
Kasus rehabilitasi lahan di Banyuwangi dan lokasi Galian C lainnya jadi contoh nyata betapa lambatnya perbaikan ekosistem. Lewat aturan baru, setiap pelaku usaha wajib libatkan tim ahli ekologi dalam proses reklamasi.
"Rehabilitasi bukan sekadar formalitas menutup lubang, melainkan upaya memulihkan daya ikat tanah melalui vegetasi yang tepat," jelasnya.
Sementara itu, sektor ekonomi riil bakal mendapatkan dorongan besar. Komisi B tetapkan target ambisius: 99,3 persen pelaku UMKM di Jawa Timur harus naik kelas tahun ini. Fokus utama pada industri pengolahan dan pengembangan produk halal agar barang lokal bisa bersaing di pasar ekspor.
Langkah ganda ini diharapkan bisa tingkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah.
Baca juga: Sengkarut Tambang Jatim, DPRD Desak Pemerintah Pusat Terbitkan Perpres
Perda Kehutanan akan jaga kelangsungan hidup ekosistem yang jadi sumber kehidupan banyak orang, sedangkan penguatan UMKM akan bantu raih kesejahteraan yang merata.
Editor : Alim Kusuma