Libur Nataru Aman, Polda Jatim Sebar Ribuan Polisi Humanis ke Titik Wisata

Reporter : Eric Setyo Pambudi
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. INPhoto/Eric

SURABAYA, iNFONews.ID – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) merombak total gaya pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Melalui Operasi Lilin Semeru, korps berbaju cokelat ini berjanji meninggalkan kesan kaku dan menggantinya dengan pendekatan humanis agar masyarakat merasa lebih nyaman saat beribadah maupun berlibur.

Baca juga: Damai! Rektor Unitomo Redam Konflik Panas Ormas Madas vs Wawali Armuji di Surabaya

Langkah ini menjadi angin segar bagi jutaan pemudik dan wisatawan yang masuk ke wilayah Jawa Timur. Polisi tidak lagi hanya berdiri mengatur lalu lintas, melainkan hadir sebagai pelayan yang siap berinteraksi langsung dengan warga di lapangan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyebut pihaknya ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap polisi. Polri berkomitmen hadir sebagai sosok pelindung yang merangkul, terutama di tengah kemeriahan libur panjang akhir tahun.

"Tujuan utama Operasi Lilin tahun ini adalah memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin masyarakat yang beribadah Natal, pemudik, hingga wisatawan merasa benar-benar tenang saat berada di Jawa Timur," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast di Surabaya, Senin (22/12/2025).

Strategi yang diandalkan kali ini adalah Patroli Proaktif Dialogis. Ribuan personel dikerahkan untuk menyisir titik-titik vital, mulai dari gereja, terminal, bandara, hingga objek wisata populer yang biasanya padat pengunjung.

Baca juga: Di Surabaya, Aksi Massa Hingga  Malam, Sisakan Puing Bekas Kebakaran

Petugas di lapangan mendapat mandat untuk menjalin komunikasi dua arah dengan warga. Langkah preventif ini bertujuan mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini tanpa menciptakan suasana tegang di ruang publik.

Polisi melakukan pengecekan mendalam terhadap kesiapan pengamanan internal di pusat perbelanjaan dan kawasan perhotelan. Pendataan jam operasional hingga estimasi jumlah pengunjung dilakukan secara cermat guna menghindari penumpukan massa yang berisiko.

"Patroli ini menjadi cara kami mencegah gangguan keamanan melalui komunikasi langsung dengan warga," imbuhnya. Fokus utama mencakup pengaturan area parkir yang rapi dan arus lalu lintas yang tidak tersendat di sekitar lokasi keramaian.

Baca juga: Gubernur Khofifah: Sound Horeg Harus Ditata untuk Ketertiban dan Kesehatan Publik

Polda Jatim juga merangkul pengelola tempat wisata dan rumah ibadah untuk memperkuat jalur evakuasi. Mekanisme komunikasi darurat disiapkan agar setiap laporan gangguan keamanan bisa direspons dalam hitungan menit.

Kombes Pol Abast menambahkan, koordinasi ini penting untuk menyepakati pola pengamanan yang efektif namun tetap sopan. Edukasi mengenai ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digencarkan agar warga juga ikut berperan menjaga suasana kondusif.

"Kami memperkuat pengamanan internal dan memastikan jalur evakuasi siap. Komunikasi cepat sudah kita sepakati bersama pengelola jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutupnya.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru