SURABAYA, iNFONews.ID – Semangat gotong royong warga Jawa Timur kembali berkobar di tengah duka yang menyelimuti Pulau Sumatera.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kwarda Gerakan Pramuka Jatim resmi melepas bantuan kemanusiaan besar-besaran, Kamis (18/12/2025).
Baca juga: Resmi! Tak Ada Pesta Rakyat di Jawa Timur Saat Malam Tahun Baru 2026
Sebanyak 20 truk logistik bermuatan kebutuhan pokok hingga bantuan uang tunai senilai Rp605 juta dikirimkan langsung ke titik lokasi bencana.
Pengiriman ini menandai tahap keenam dari rangkaian aksi kemanusiaan yang digalang Pemprov Jatim selama masa darurat. Pelepasan armada bantuan yang dipusatkan di kantor BPBD Jatim ini menjadi simbol bahwa masyarakat Jawa Timur tidak tinggal diam melihat saudara sebangsa tertimpa musibah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan akumulasi kepedulian masyarakat Jatim yang disalurkan melalui berbagai kanal. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan warga terdampak bisa bertahan di masa sulit.
"Fokus kami adalah membantu masyarakat agar tetap dapat menjalani aktivitas dasar dengan layak, meskipun mereka berada dalam kondisi darurat yang serba terbatas," tegas Adhy saat melepas iring-iringan truk bantuan.
Baca juga: Tembus Pelosok Aceh hingga Sumut, Karyawan XLSMART Salurkan Bantuan Darurat dan Trauma Healing
Isi bantuan tersebut telah dipetakan secara spesifik sesuai kebutuhan mendesak di lapangan. Paket logistik mencakup sembako, perlengkapan masak, obat-obatan, hingga kebutuhan sanitasi seperti popok dewasa dan pembalut. Langkah ini diambil agar pemulihan awal korban bencana di Sumatera berjalan lebih cepat dan efisien.
Gerakan Pramuka Jawa Timur turut menunjukkan taringnya dalam misi ini. Ketua Kwarda Pramuka Jatim, M. Arum Sabil, menyerahkan langsung donasi tunai sebesar Rp605 juta. Dana fantastis ini merupakan hasil iuran swadaya para anggota Pramuka dari berbagai penjuru Jawa Timur.
"Aksi ini tidak berhenti di sini. Ke depan, bantuan akan terus kami kucurkan secara berkelanjutan hingga proses pemulihan benar-benar tuntas," ujar Arum Sabil dengan optimis.
Baca juga: Lawan Premanisme, Pemprov Jatim Terbitkan Kepgub Satgas Terpadu Jelang Nataru
Selain materi, Pramuka Jatim juga menyiapkan personel khusus yang siap diterjunkan ke zona merah. Pasukan ini tidak hanya bertugas membantu evakuasi fisik, tetapi juga dibekali kemampuan trauma healing untuk memulihkan psikologis para penyintas, terutama anak-anak.
Intensitas pengiriman yang sudah memasuki tahap keenam ini mempertegas posisi Jawa Timur sebagai provinsi garda terdepan dalam urusan solidaritas antardaerah. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah di Sumatera terus dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Melalui langkah masif ini, Pemprov Jatim ingin memastikan bahwa warga di Sumatera tidak berjuang sendirian. Komitmen untuk terus mengawal proses transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan jangka panjang menjadi agenda utama hingga kondisi di lokasi bencana benar-benar stabil.
Editor : Alim Kusuma