SURABAYA, iNFONews.ID - Hormati Bencana Sumatera, Jatim Putuskan Hapus Pesta Rakyat Malam Tahun Baru 2026
Warga Jawa Timur dipastikan tidak akan menjumpai keriuhan pesta kembang api atau panggung hiburan besar pada malam tahun baru 2026 mendatang.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mengetok palu untuk meniadakan seluruh perayaan hura-hura sebagai bentuk solidaritas atas bencana alam yang tengah mengguncang Pulau Sumatera.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Pemprov Jatim ingin menunjukkan empati mendalam bagi warga di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang saat ini tengah berjuang memulihkan diri pascabencana hebat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa kemeriahan malam pergantian tahun akan dialihkan ke kegiatan yang lebih bermakna.
"Kami memilih menggelar acara berselawat pada Selasa (30/12/2025) malam di Islamic Centre Surabaya. Ini adalah wujud empati kita untuk saudara-saudara di Sumatera," ungkap Adhy.
Kebijakan ini tidak hanya berlaku di level provinsi. Pemprov Jatim juga mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh Bupati dan Wali Kota di 38 kabupaten/kota agar mengerem euforia perayaan di wilayah masing-masing.
Adhy mengimbau para pemimpin daerah agar tidak memfasilitasi pesta rakyat yang berlebihan. Fokus utama saat ini adalah menghormati proses pemulihan sosial dan fisik yang sedang berlangsung di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Menurutnya, menunjukkan kemewahan di tengah duka saudara sebangsa dianggap kurang elok. Oleh karena itu, kegiatan spiritual dan refleksi diri dianggap lebih tepat sebagai penutup tahun 2025.
Meskipun panggung hiburan absen, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan urusan keamanan dan kenyamanan warga tetap menjadi prioritas nomor satu. Khofifah menyadari bahwa mobilitas masyarakat akan tetap melonjak meski tanpa pesta rakyat.
Demi menjamin kelancaran masa libur Nataru, Gubernur Khofifah telah menginstruksikan jajaran fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas, untuk siaga penuh di berbagai titik strategis.
Kesiagaan ini dibarengi dengan koordinasi ketat bersama PLN dan Pertamina guna menjamin keandalan pasokan listrik serta ketersediaan BBM agar tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas antar daerah, sinergi antara TNI dan Polri terus diperkuat guna memastikan arus lalu lintas tetap terkendali dan kondusif
"Kesiapan ini sangat vital. Walaupun tidak ada pesta rakyat, layanan kesehatan, ketersediaan energi, hingga keamanan harus tetap optimal demi kenyamanan masyarakat," tegas Khofifah.
Dengan kebijakan ini, Jawa Timur berharap malam pergantian tahun 2026 menjadi momentum untuk berkontemplasi sekaligus memperkuat kepekaan sosial terhadap bencana yang terjadi di tanah air.
Editor : Alim Kusuma