Gubernur Khofifah Tinjau Dampak APG Semeru, Pastikan Penanganan Terintegrasi, Utamakan Keselamatan

infonews.id
Gubernur Khofifah didampingi Bupati Lumajang meninjau lokasi terdampak Awan Panas Guguran (APG), Gunung Api Semeru (IN/PHOTO: HUMAS)

LUMAJANG, INFONews.ID - Gubernur Khofifah, setiba di Surabaya pasca kunjungan Misi Dagang di Sulawesi Tenggara, langsung memimpin penanganan dampak Awan Panas Guguran (APG), Gunung Api Semeru, Kabupaten Lumajang, Kamis (20/11/2025).

Khofifah mendatangi sejumlah lokasi terdampak, mulai titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, tepatnya di SDN 4 Supiturang, melihat Dapur Umum, meninjau Desa Sumbersari dan meninjau Jembatan Gladak Perak.

Baca juga: Pergerakan Wisatawan Tembus 19,8 Juta Lebih di Libur Nataru 2026, Gubernur Khofifah: Jatim Magnet Wisatawan

Khofifah menyampaikan, berdasarkan update aktivitas vulkanik Gunung Semeru, getaran banjir sudah tidak terekam. Meski erupsi berakhir, namun status Awas tetap diberlakukan.

“Memang sudah berakhir tapi statusnya masih Awas. Sehingga kita tetap melakukan kesiapsiagaan melakukan penanganan, dan memastikan warga semua dalam kondisi aman,” tegasnya.

Disampaikan, saat terjadi erupsi terdapat dua wilayah lokasi pengungsian warga. Untuk warga Kecamatan Pronojiwo warga mengungsi ke beberapa tempat seperti Balai Desa Oro-Oro Ombo, SDN 04 Supiturang, Masjid Ar-Rahmah di Desa Oro-Oro Ombo, dan Masjid Nurul Jadid di Desa Supiturang. Masyarakat yang di Kecamatan Candipuro mengungsi ke Balai Desa Penanggal, SDN 02 Sumberurip, Kantor Kecamatan Candipuro, serta Rumah kepala Desa Sumbermujur.

Mengacu data BPBD Jatim, hingga Kamis (20/11) pukul 05.40 WIB, total pengungsi yang tersebar di beberapa tempat baik di Kec. Pronojiwo maupun Kec. Candipuro berjumlah kurang lebih 346 jiwa.

Pengungsian yang dikunjungi Khofifah, di SDN 04 Supiturang, ada 64 jiwa. Ia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi fokus utama pemerintah adalah penguatan kesehatan bagi para korban bencana.

Saat ini warga yang mengungsi sebagian besar telah kembali kerumah masing-masing, ada juga yang masih bertahan.

"Yang kita maksimalkan tentu yang menjadi titik kumpul pengungsi. Nah, di titik kumpul ini, dari puskesmas sudah turun. Karena memang butuh penguatan tim kesehatan supaya masing-masing termonitor," ujar Gubernur Khofifah.

"Kadang-kadang mereka ada pada posisi psikologis tertentu. Misalnya tensi menjadi naik, atau mungkin ISPA. Jadi, untuk saluran pernafasan akut ini juga harus dilakukan intensifikasi pemeriksaan dan proses penanganannya," lanjutnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah Pastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Berjalan Optimal

Mantan Menteri Sosial RI tersebut kemudian mengapresiasi kelayakan tempat pengungsian. Di tempat itu, Posko Kesehatan cenderung aktif dan pembagian antara ruang anak-anak, lansia, dan keluarga cukup strategis.

"Ini sebetulnya secara pembagian sudah bagus. Cuma karena on-off, jadi kelihatan agak padat. Nanti sambil berjalan dilakukan penanganan dari sisi space yang ada. Supaya semua bisa melakukan mobilitas dengan lebih longgar," ucapnya.

Khofifah juga berbincang dengan masyarakat dan bertanya perihal kebutuhan yang perlu dipenuhi. Kepada anak-anak yang hadir, ia membagikan paket mainan yang dapat menghibur mereka. Dirinya juga mencoba memasak makanan siap saji yang kemudian dibagikan. Makanan cepat saji ini merupakan salah satu dari bantuan Pemerintah Provinsi Jatim. Makanan siap saji 480 kaleng, antara lain nasi kare ayam 240 kaleng, siap saji nasi goreng ayam 240 kaleng, siap saji nasi opor ayam 240 kaleng, lauk pauk 480 kaleng, rendang ayam 240 ayam, dan kare ayam 240 kaleng.

Lauk pauk lkan saos cabe 240 kaleng, tambah gizi koktail buah 360 kaleng, tambah gizi kacang hijau 360 kaleng, family kit 100 paket, selimut 740 lembar, terpal 150 pcs, dan air mineral 92 dus.

Di sana, juga melihat Dapur Umum yang dibuka oleh Tagana Dinas Sosial Kab. Lumajang Umum di Balai Desa Sumberurip, Kec. Pronojiwo. Mereka telah menyiapkan 200 nasi bungkus untuk konsumsi hari itu.

Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Menteri Besar Negeri Sembilan Malaysia, Ini yang Dibahas 

"Kalau makanan sudah disiapkan Dapur Umum. Mereka sudah siap untuk semua keluarga di setiap rumah. Jadi, kita berikan penguatan baik kesehatan maupun kebutuhan mereka lainnya di sini," tutupnya.

Kemudian, dilanjutkan meninjau rumah-rumah warga terdampak di Gumuk Emas, Supiturang. Di mana, telah dilakukan ekskavator dan penggalian pada rumah yang tertimbun.

Sebagai informasi, APG terjadi sejak pukul 14.13 WIB hingga 18.11 WIB, dengan amplitudo maksimum 45 mm yang berdurasi 14.283 detik dan luncuran lebih dari 13 km mengarah ke Tenggara Selatan (Besuk Kobokan).

Bupati Kab. Lumajang Indah Amperawati Masdar kemudian menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru selama 7 hari, lewat Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025.

Tingkat Aktivitas Gunung Semeru saat ini berada di Level IV atau dalam status Awas. Pada pukul 19.56 WIB Rabu malam, getaran banjir sudah tidak terekam dan erupsi berakhir. Meski begitu, status Awas tetap diberlakukan. (*)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru