SURABAYA, INFONews.ID - Pemprov Jawa Timur, menggelar tasyakuran dan memotong tumpeng, nyukuri penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil dari Bangkalan, Madura. Acara itu digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (15/11/2025), malam.
Baca juga: Resmi! Tak Ada Pesta Rakyat di Jawa Timur Saat Malam Tahun Baru 2026
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi mendalam penetapan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah. Disampaikan, ulama karismatik Syaikhona Kholil asal Bangkalan itu merupakan guru bangsa, kiprah dan kontribusinya sangat besar bagi NKRI.
"Atas nama masyarakat Jawa Timur, kami menyampaikan rasa syukur dan penghargaan setinggi-tingginya. Penetapan Gus Dur, Syaikhona Muhammad Kholil, dan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya penghormatan negara, tetapi pengakuan atas keberanian moral serta ketulusan perjuangan beliau dalam menegakkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebangsaan," kata Gubernur Khofifah.
Ditegaskan, jejak perjuangan Syaikhona Kholil tidak hanya berkaitan dengan keilmuan, tetapi juga pembentukan karakter kebangsaan.
"Syaikhona Kholil adalah sumber cahaya spiritual dan intelektual dari Madura yang menerangi bangsa. Beliau pantas disebut pahlawan karena jasanya bagi umat dan keutuhan Indonesia," lanjutnya.
Baca juga: Lawan Premanisme, Pemprov Jatim Terbitkan Kepgub Satgas Terpadu Jelang Nataru
Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja'far, turut hadir dalam kegiatan tasyakuran tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas penetapan ulama besar Bangkalan itu sebagai Pahlawan Nasional.
"Ini adalah kebanggaan luar biasa, karena untuk pertama kalinya ulama besar asal Bangkalan mendapat gelar Pahlawan Nasional. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, baik secara langsung maupun tidak langsung," urai Fauzan.
Baca juga: Solidaritas Tanpa Batas, Jawa Timur Kirim 20 Truk Logistik dan Dana Rp605 Juta ke Sumatera
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Khofifah yang telah memberi perhatian penuh dalam proses pengusulan hingga penetapan gelar tersebut.
Acara tasyakuran turut dihadiri para ahli waris Syaikhona Kholil, di antaranya, KH Imron Amin, KH Nasih Aschal, KH Makki Nasir, KH Dimyati Muhammad.
Selain itu, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Rektor Universitas Trunojoyo Madura Prof. Dr. Safi', serta Lajnah Thuros Syaichona Cholil, yang selama ini aktif menjaga dan merawat manuskrip peninggalan Syaikhona Kholil.
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Bangkalan dan Madura, sebagai pengakuan negara atas ketokohan, keilmuan, dan perjuangan beliau dalam membangun tradisi Islam Nusantara dan menanamkan cinta tanah air. (*)
Editor : Tudji Martudji