Hari Pahlawan 10 Nopember 

Wagub Jatim Emil: Semua punya medan perjuangan sendiri

infonews.id
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyalami para veteran yang hadir di Upacara Hari Pahlawan di Surabaya (IN/PHOTO: HUMAS)

SURABAYA, INFONews.ID - Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mewakili Gubernur Khofifah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di lapangan Tugu Pahlawan di Surabaya, Senin (10/11/2025).

 

Baca juga: Musda Pramuka Jatim 2025, Dorong Reformasi Organisasi Lima Tahun ke Depan 

Dalam pidatonya, Emil mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk menyalakan kembali semangat kebangsaan. Disampaikan, perjuangan masa kini tak lagi dilakukan di medan tempur, tetapi diwujudkan dalam bentuk kerja keras, kejujuran, dedikasi, dan kepedulian sosial.

 

“Menjadi pahlawan masa kini berarti berani menegakkan kebenaran, memperjuangkan keadilan, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat,” ujar Emil.

 

Ia menyebut, kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari kesabaran, keberanian, dan keikhlasan para pendahulu. Nilai-nilai itu, harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. 

 

“Para pahlawan mengajarkan bahwa kemenangan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan ketulusan,” ucapnya.

 

Juga disampaikan, pentingnya menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. 

 

“Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan. Mereka kembali ke rakyat untuk mengajar, menanam, membangun, dan melanjutkan pengabdian. Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” katanya.

 

Di tengah derasnya arus digitalisasi, Emil mengingatkan agar semangat kepahlawanan diterjemahkan ke dalam konteks kekinian. Perjuangan hari ini adalah memastikan setiap anak bangsa mendapat kesempatan yang sama untuk tumbuh dan maju.

Baca juga: Wagub Jatim Emil Apresiasi Generasi Muda Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80 

 

“Kita ingin memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal — no one left behind. Melalui pendidikan, inovasi, dan teknologi, semua harus bisa ikut bergerak bersama,” ujarnya.

 

Menurut Emil, semangat inklusif itu juga sejalan dengan visi nasional yang kini digaungkan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, memperkuat ketahanan nasional, menegakkan keadilan sosial, serta membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

 

Ia menambahkan, Jawa Timur yang kini berusia 80 tahun harus melanjutkan warisan semangat pahlawan dengan membangun kesejahteraan masyarakat. 

Perjuangan hari ini adalah melawan kemiskinan, ketertinggalan, kebodohan, dan disinformasi. Semua itu butuh keberanian, kolaborasi, dan empati.

 

Baca juga: Wagub Jatim Emil Serahkan SK Pengurangan Masa Pidana Bagi 121 Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar

“Kalau dulu mereka berjuang dengan senjata, kini perjuangan kita adalah di bidang masing-masing, guru yang mencerdaskan bangsa, tenaga kesehatan yang menolong jiwa, petani yang menyiapkan pangan, pelaku usaha yang membuka lapangan kerja, dan generasi muda yang melahirkan inovasi,” ucapnya, usai upacara.

 

Emil juga mengingatkan bahwa di era digital yang serba cepat, menjadi pahlawan bisa berarti menjaga etika bermedia sosial dan melawan disinformasi. 

 

“Menyebarkan kebenaran dan memperkuat solidaritas kebangsaan juga bentuk kepahlawanan,” ujarnya.

 

Ia mengingatkan, semangat kepahlawanan tidak boleh padam. Semua punya medan perjuangan sendiri. Selama ada niat untuk memberi manfaat bagi sesama, di situlah nilai kepahlawanan hidup. (*)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru