Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Jawa Timur 2025 resmi dibuka, yang digelar di Ballroom Mercure Hotel Surabaya, Selasa (8/12/2025).
Sejumlah rangkaian acara dibahas, diantaranya penekanan agenda reformasi organisasi dan penguatan peran pembinaan generasi muda, Selasa (9/12/2025).
Wakil Ketua Kwartir Nasional Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, M. Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan pentingnya komitmen perbaikan berkelanjutan dalam tubuh Pramuka.
“Karena kita bersifat dinamis, maka harus ada komitmen mengambil sesuatu yang lebih baik ke depannya,” kata Asrorun Ni’am.
Dijelaskan, prinsip continuous improvement harus menjadi pijakan bagi seluruh jajaran organisasi.
“Hari ini menurut kita baik, esok belum tentu baik. Karena itu tuntutan berikutnya adalah komitmen untuk terus memperbaiki dan memperbaiki,” ujarnya.
Disampaikan, Musda Kwarda Pramuka Jatim merupakan ruang demokrasi yang harus menjaga persatuan antarpeserta.
“Musyawarah adalah napas kehidupan Pramuka. Di forum ini tiap kwarcab menyampaikan aspirasi secara terbuka dan bertanggung jawab,” katanya, sambil mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak memecah persaudaraan.
Disampaikan, permusyawaratan sedianya mempersatukan. Berangkat bersama, jangan sampai pulang berbeda karena pilihan yang berbeda.
Menurutnya, Pramuka memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam pembinaan generasi muda. “Kita bukan oposisi dan bukan sekadar pendukung. Pada saat baik kita dukung, saat kurang kita ingatkan, dan ketika ada yang perlu diperbaiki, kita perbaiki,” kata Ni’am.
Peningkatan kompetensi pembina dan pelatih menjadi kebutuhan mendesak. Disebut, bahwa potensi besar Pramuka membutuhkan tanggung jawab besar. Pembina dan pelatih adalah kunci agar nilai kepramukaan diteruskan secara efektif.
Ni’am juga mengapresiasi Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) dan seluruh jajaran Kwarda Jatim, yang kompak.
"Kerja keras kakak-kakak semua menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembinaan Pramuka,” katanya.
Wakil Ketua Mabida Gerakan Pramuka Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut kehadiran Kwarnas menunjukkan dukungan penuh terhadap Musda.
"Pembukaan Musda berjalan baik dan dihadiri Wakil Ketua Kwarnas. Beliau mewakili Ketua Kwarnas Prof. Ni’am yang harus berbagi tugas di Jawa Barat,” ujar Emil.
Emil menyampaikan dirinya mendapat mandat dari Gubernur Jawa Timur untuk membuka Musda.
"Ibu Gubernur memberikan tugas kepada saya. Kami juga melihat kaleidoskop kegiatan Pramuka Jatim yang selama ini sangat aktif dan sinergis dengan Pemprov,” katanya.
Emil menilai sinergi Pramuka di Jatim berlangsung baik di seluruh kwarcab. Pihaknya yakin itu akan terus terjaga.
“Kami yakin hal yang sama terjadi di kwarcab-kwarcab. Pramuka tetap menjadi mitra strategis dalam menempa generasi muda,” ujarnya.
Terkait kinerja lima tahun terakhir, Emil menilai Pramuka Jatim mampu menjawab ekspektasi pemerintah daerah.
“Ekspektasi itu terjawab dengan kinerja baik. Banyak program justru datang dari inisiatif Pramuka, seperti gerakan mangrove dan penanganan bencana,” katanya. (*)
Editor : Tudji Martudji