SURABAYA, iNFONews.ID – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Peran Pemuda Membangun Kota Surabaya" di The Southern Hotel Surabaya, Rabu (05/11/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan potensi pemuda dalam berbagai sektor pembangunan kota di era digital.
Ketua SMSI Surabaya, Iskandar Pribowo, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan rangkaian peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan.
Baca juga: Bank Jatim Bersama dengan Seluruh Bank Anggota KUB Lakukan Pengesahan RSTI 2026-2029
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memantik potensi pemuda, terutama gen Z, yang saat ini sudah menduduki sektor-sektor krusial seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan hingga sektor ekonomi," ujarnya.
Isa berharap forum ini dapat memunculkan ide-ide inovatif dari 25 perwakilan mahasiswa yang hadir, terutama di bidang UMKM dan literasi digital.
Corporate Secretary PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), Fenty Rischana K, menyoroti pentingnya literasi dan inklusi keuangan di kalangan pemuda.
"Bank Jatim berkomitmen memberikan literasi keuangan melalui produk digital G-Connect Mobile yang dapat diakses oleh semua kalangan," ujarnya.
Fenty melihat generasi milenial sebagai pasar potensial dalam transaksi keuangan digital dan menekankan perlunya akselerasi layanan digital oleh perbankan.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, S.H., menyampaikan bahwa persatuan dan kesatuan seluruh anak bangsa adalah syarat untuk melewati situasi kebangsaan dan dunia yang tidak stabil.
Baca juga: Optimis Kinerja Positif di Tahun 2026, Dua Direksi Bank Jatim Kompak Borong Saham
"Perkembangan teknologi informasi ini harus kita syukuri sebagai berkah Tuhan. Pemuda-pemudi harus menjadi Agent Of Truth, agen kebenaran. Ini tantangan kebangsaan kita di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu," ucap Fathoni.
Ketua Asosiasi Pengusaha Cafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) Jawa Timur, Ferry Setiawan, mengajak pemuda Surabaya untuk terus berkarya di berbagai bidang, khususnya industri F&B.
"Anak muda sebagai penerus bangsa harus mempersiapkan diri dengan baik. Era digitalisasi menuntut pemuda untuk adaptif," katanya.
Ferry menambahkan bahwa tantangan utama bagi pemuda adalah knowledge, capital, dan network. "Asosiasi seperti APKRINDO hadir untuk menjembatani pemuda dalam membangun kerjasama dan ekosistem yang mendukung," jelasnya.
Baca juga: Jatimers Run To Care Dorong Partisipasi Masyarakat untuk Pelestarian Lingkungan
FGD ini juga menghadirkan narasumber lain seperti Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Imron Mawardi, S.P., M.Si., dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Muhamad Fikser, A.P., M.M. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini berjalan seru dan memunculkan ide-ide kreatif dari para peserta.
Acara ini didukung oleh berbagai korporasi, termasuk Bank Jatim, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) East Region, PT Pelindo Regional 3, BRI, PTPN 1 Regional 5, DPRD Kota Surabaya, Pemkot Surabaya, Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya, PD Pasar Surya, PD Taman Satwa KBS dan PT Jamu IBOE Jaya, serta sejumlah hotel dan Bogasari.
Editor : Alim Kusuma