Infonews.id | Probolinggo - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, di perhitungan bulan oleh masyarakat Tengger, dalam setahun ada satu bulan yang disebut 'Wulan Kapitu' (bulan ketujuh) yakni satu bulan untuk memberikan penghormatan perayaan Bulan Suci bagi Suku Tengger.
Itu ditandai dengan kemunculan asap kepulan dari kawah Bromo yang membentuk tokoh wayang.
"Asap kawah di Bromo ini merupakan the best smoke in the world, asap yang keluar di belakang kita. Dan, merupakan Bulan Bebas Kendaraan di seluruh kawasan wisata Gunung Bromo. Ini untuk memberi ruang kepada alam. Asap motor mobil tidak bisa masuk. Ini luar biasa anugerah dari Allah, kita bisa menghirup asap Bromo. Oksigen Bromo terbaik di dunia, ini menurut pengunjung dari Jepang,” kata Gubernur Khofifah, Sabtu (15/2/2020).
Dijelaskan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menerapkan car free month atau bulan bebas kendaraan di seluruh kawasan wisata Gunung Bromo pada 23 Januari hingga 25 Februari 2020. Aturan ini untuk menghormati perayaan Wulan Kepitu (bulan ketujuh) yang merupakan bulan suci bagi Suku Tengger. Yakni waktu yang selama satu tahun, ada satu bulan tepatnya di bulan ke tujuh.
Baca juga: Bromo The World’s Most Beautiful National Parks 2023
Bentuknya, Care free mont, penghormatan kepada alam. Di kesempatan itu, Gubernur Khofifah, didampingi Sekda Prov Jatim, diikuti Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, dan Supoyo tokoh adat Tengger, Ketua PHRI dan para OPD Pemprov Jatim, memberikan bantuan rompi bertuliskan 'Jatim CETTAR'. Juga tempat sampah untuk dipasang di lokasi wisata taman nasional itu.
"Alam harus diberikan ruang untuk melakukan rekaveri, dan kita bersama para OPD yang hadir disini ingin menjadi bagian untuk melakukan itu (rekaveri)," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: Ratusan Anak Terindikasi Stunting, Apa Langkah Pemerintah
Khofifah menambahkan, alam khususnya di kawasan Bromo, Tengger, Semeru (BTS) juga memerlukan itu. Dimana, ada satu waktu alam harus punya kebebasan untuk melakukan rekaveri. Termasuk destinasi wisata nasional, BTS.
"Kawasan BTS ini adalah bagian dari destinasi nasional, yakni bagian dari destinasi 'Sepuluh Bali Baru', yang prioritasnya selesai pada 2021," terangnya.[]
Editor : Redaksi