INFOnews.id | Probolinggo - Waspadai Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal, menjadi sub bahasan tema dalam dialog yang digelar di Festival HadiPro Sukses, di Hari Jadi Kota Probolinggo (HadiPro) di Stadion Banyuangga, yang digelar tanggal 2 hingga 11 September 2022.
Dengan tema besar ‘Membangun Bersama Rakyat, untuk Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat, Mewujudkan Kota Probolinggo Hebat dan Handal”, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin berharap tema itu menjadi penyemangat dalam Hadi Pro ke-663 Kota Probolinggo.
“Ini adalah langkah besar bagi kita semua, namun saya tetap mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak abai pada protokol kesehatan,” kata Habib Hadi, sapaan akrabnya.
Beberapa acara menarik digelar selama festival berlangsung, diantaranya dialog interaktif bertema Pinjaman Mudah Bagi UMKM, Jangan Gegabah Pinjol Ilegal, 5 September 2022.
Acara yang dipandu oleh Ketua Perempuan Tani HKTI yang juga Sekretaris MUI Jatim, Ning Lia Istifhama, menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Irwan Eka Wijaya (Direktur Pemasaran Bank BPR UMKM Jatim), Fitriawati (Kepala DKUPP), Wiwik Hariati (Pimpinan Bank Jatim Cabang Probolinggo), Rifnal Alfani (Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Regional 4 Jatim), dan Suradi BPR UMKM Cabang Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin yang ikut menyaksikan dialog interaktif ini mengatakan pihaknya mendorong perbankan untuk menggencarkan akses permodalan bagi UMKM di Kota Probolinggo agar para pelaku usaha tidak mudah terjerat pada pinjaman online illegal (pinjol).
“Perlu adanya informasi dan pemahaman masyarakat tentang maraknya pinjol dan informasi bagaimana cara mengakses pinjaman di bank serta program-program apa yang dimiliki perbankan yang sesuai dengan UMKM. Sehingga talkshow ini sangat penting dan saya mengapresiasi Bank Jatim, Bank UMKM dan OJK terlibat disini. Mudah-mudah ini menjadi edukasi bagi masyarakat karena kebangkitan ekonomi di Kota Probolinggo sudah mulai bergeliat,” ujarnya.
Habib Hadi berharap langkah terdekat dari sosialisasi ini, perbankan mampu memberikan informasi dan peluang agar UMKM bisa mengakses pinjaman yang ringan dan tepat bagi pelaku UMKM.
Senada dengan wali kota, Kepala DKUPP Fitriawati mengungkapkan pelaku UMKM membutuhkan modal guna keberlanjutan usahanya sehingga salah satu upaya dari pemerintah yaitu dengan memfasilitasi agar bisa mendapatkan pinjaman yang lunak.
“Pinjaman lunak ini berupa kredit usaha rakyat (KUR). 2 bank yang hadir disini yaitu Bank Jatim dan Bank UMKM sebagai penyalur KUR tersebut. Dari 19.000 UMKM yang memanfaatkan KUR hanya sekitar 7.000-an UMKM, sehingga masih banyak peluang yang bisa digunakan. Sehingga diharapkan UMKM dapat memanfaatkan untuk lebih mengembangkan usahanya,” bebernya.
Fitriawati menambahkan kebanyakan pelaku UMKM masih memiliki ketakutan untuk meminjam dana di bank karena dianggap rumit.
“Kami di DKUPP berusaha membantu memfasilitasi dan menjembatani antara UMKM dengan bank. Bahkan di tahun 2021 lalu Kota Probolinggo masuk nominasi sebagai daerah pendukung KUR karena kami sering melakukan sosialisasi ini untuk membantu UMKM. Saya berharap KUR ini bisa dimanfaatkan, insyaallah dengan bunga yang murah dan akses yang mudah,” tandasnya.
Sedangkan Ning Lia yang merupakan keponakan Gubernur Khofifah, mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terampil dalam bermitra.
“Terampil disini adalah harus memilih partner yang aman. Partner mendapatkan pinjaman modal usaha, pilih yang aman, yaitu perbankan yang track recordnya kita kenal baik. Jangan sampai pinjam modal malah membuat semakin terjepit dengan denda harian, atau bulanan. Maka, pilih Bank yang tepat.”
Dialog interaktif tersebut berlangsung sangat menarik. Terlebih, para pengunjung yang beruntung diberi kesempatan naik ke panggung untuk memberi testimoni usaha mereka dan mendapatkan goody bag dari BPR UMKM Jatim.
Sementara itu, Irwan Eka Wijaya, Direktur Pemasaran Bank UMKM Jatim, mengatakan, guna memberi daya bangkit perekonomian kerakyatan di Jawa Timur.
“Kami hadir agar perekonomian ini bisa bangkit sehingga kami mempermudah para pelaku UMKM untuk mengakses permodalan,” jelasnya.
Irwan menjelaskan, pihaknya (Bank UMKM Jatim) saat ini mendapatkan bantuan subsidi Bunga dari Gubernur Jatim untuk para pelaku UMKM.
“Lah ini suku bunganya lebih murah dari pada KUR, namanya Kredit Prokesra,” ungkapnya.
Menurutnya, kredit Prokesra ini diharapkan oleh Gubernur Jatim agar disalurkan pada para pelaku UMKM sebanyak-banyaknya agar perekonomian di Jawa Timur bisa bangkit lebih cepat.
“Targetnya adalah 140 miliiar dengan subsidi bunga 7,5 miliar, seluruh Jawa Timur,” tuturnya. (inf/rls/red)
Editor : Tudji Martudji