Sarung Mangga Perkuat Silaturahmi Nahdliyin di Muktamar NU ke-35

Reporter : Alim Kusuma
Sarung Mangga hadir di Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang. INPhoto/Tim Media

JOMBANG, INFONEWS.ID - Sarung Mangga memperkuat kedekatan dengan warga Nahdliyin melalui partisipasinya dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kehadiran produsen busana muslim nasional itu menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan dengan pesantren sekaligus merawat tradisi bersarung yang telah melekat dalam kehidupan santri, kiai, dan masyarakat Nahdliyin.

Baca juga: Gus Rozin Perkuat Silaturahmi ke Daerah Jelang Muktamar NU ke-35

Manager Marketing Sarung Mangga, Wafi Basyarahil, mengatakan sarung memiliki posisi khusus dalam keseharian masyarakat pesantren. Karena itu, Sarung Mangga ingin tetap hadir dalam berbagai momentum penting yang mempertemukan warga Nahdliyin dari berbagai daerah.

“Sarung Mangga ingin hadir di setiap momen penting masyarakat,” ujar Wafi dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).

Menurut dia, pesantren menjadi salah satu ruang utama bagi tradisi bersarung untuk terus hidup lintas generasi. Bagi Sarung Mangga, sarung tidak berhenti sebagai produk fesyen, tetapi juga merepresentasikan perjalanan tradisi, kebersamaan, dan pengabdian.

“Kami bangga bisa bercerita langsung dari pesantren. Bagi Sarung Mangga, setiap helai sarung menyimpan cerita tentang tradisi, kebersamaan, dan kebanggaan,” kata Wafi.

Partisipasi Sarung Mangga dalam Muktamar NU ke-35 mendapat sambutan dari jajaran pengasuh dan panitia lokal. Keterlibatan perusahaan dinilai sejalan dengan semangat menjaga kedekatan antara dunia usaha, pesantren, dan masyarakat Nahdliyin.

Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Sekretaris Panitia Lokal Muktamar NU ke-35, Khumaidi Abdillah, mengatakan sarung telah menjadi bagian dari identitas keseharian santri dan warga Nahdliyin.

Pria yang akrab disapa Gus Khumed itu menilai hubungan antara budaya bersarung dan kehidupan Nahdliyin telah terbentuk kuat dan terus bertahan hingga kini.

Baca juga: Gerbang Toll PBNU: Gerakan Bareng Tolak LPJ PBNU

“Sarung sudah menjadi bagian dari identitas harian santri dan masyarakat Nahdliyin,” ujar Gus Khumed.

Dia juga mengapresiasi rekam jejak Sarung Mangga yang dinilai konsisten membangun kedekatan dengan kiai dan lingkungan pesantren. 

Menurutnya, kehadiran perusahaan dalam Muktamar NU ke-35 dapat menjadi momentum untuk memperluas silaturahmi dengan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Indonesia.

“Ini langkah yang sangat tepat untuk semakin mempererat silaturahmi dengan warga Nahdliyin di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Baca juga: Gereja di Jombang Sediakan Penginapan Gratis bagi Tamu Muktamar NU

Gus Khumed berharap perhatian Sarung Mangga terhadap pesantren dan budaya bersarung terus berlanjut. 

Menurutnya, keberlanjutan dukungan semacam itu penting untuk menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesantren.

“Semoga Sarung Mangga terus berkembang, tetap dekat dengan pesantren, dan konsisten membawa semangat kebanggaan dalam budaya bersarung,” pungkasnya.

 

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru