SURABAYA, INFONEWS.ID - Jalan hidup Muhammad Arifin jauh dari kata mudah. Lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, ia pernah merasakan kerasnya kehidupan sebagai anak jalanan sebelum akhirnya menemukan jalan perubahan melalui pendidikan pesantren.
Kini, perjuangan panjang itu berbuah manis setelah ia resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Administrasi dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menggapai pendidikan tertinggi. Bagi Arifin, setiap tantangan justru menjadi alasan untuk terus melangkah.
"Alhamdulillah, gelar doktor ini adalah bagian dari perjalanan hidup saya. Semoga membawa berkah dan memberi manfaat bagi banyak orang," ujar Arifin, di Untag Surabaya, Jumat (10/7/2026).
Perubahan hidupnya dimulai ketika menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Khoir Surabaya dan Pondok Pesantren Mojosari Nganjuk. Lingkungan pesantren membentuk karakter disiplin, mandiri, sederhana, serta menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
Bekal tersebut terus dibawanya hingga mampu menembus jenjang pendidikan doktoral.
"Keterbatasan ekonomi tidak boleh membuat kita menyerah. Justru semangat kita harus lebih besar daripada mereka yang hidup berkecukupan," katanya.
Teliti Digitalisasi Pengadaan Buku
Gelar doktor diraih Arifin setelah menyelesaikan disertasi berjudul "Implementasi Kebijakan Digitalisasi Pengadaan Buku pada Satuan Pendidikan Dasar di Kota Surabaya."
Penelitian tersebut mengulas penerapan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) dan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) dalam pengadaan buku di sekolah dasar.
Menurut Arifin, digitalisasi pengadaan buku berpotensi meningkatkan transparansi, efisiensi, sekaligus akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan.
Tak hanya itu, ia juga mengembangkan Model Implementasi Digital-Administratif yang memadukan pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, koordinasi antarlembaga, kepercayaan digital, hingga tata kelola data sebagai fondasi penguatan kebijakan pendidikan.
Praktisi yang Menempuh Jalur Akademik
Perjalanan akademik Arifin berjalan seiring dengan kiprahnya di dunia profesional. Selain menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi swasta, ia juga dikenal sebagai pengusaha di bidang distribusi buku.
Pengalaman tersebut menjadi modal dalam menyusun penelitian yang berkaitan dengan tata kelola pengadaan buku di sektor pendidikan.
Saat ini, Arifin juga dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara Umum PCNU Kota Surabaya.
Baginya, buku memiliki peran strategis dalam membangun kualitas bangsa.
"Buku bukan sekadar komoditas pendidikan, tetapi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Kisah Muhammad Arifin menjadi pengingat bahwa latar belakang bukan penentu masa depan. Dengan ketekunan, pendidikan, dan kemauan untuk terus belajar, seseorang tetap memiliki peluang mengubah nasib dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Editor : Alim Kusuma