Jumat, 05 Jun 2026 15:52 WIB

Kongres Nasional IV GSNI di Surabaya Bahas Peran Pelajar Hadapi Tantangan Zaman

Kongres Nasional IV GSNI di Surabaya menjadi ajang konsolidasi pelajar nasionalis untuk memperkuat kebangsaan dan menjawab tantangan era digital. INPhoto/GSNI
Kongres Nasional IV GSNI di Surabaya menjadi ajang konsolidasi pelajar nasionalis untuk memperkuat kebangsaan dan menjawab tantangan era digital. INPhoto/GSNI

SURABAYA, INFONEWS.ID – Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) akan menggelar Kongres Nasional IV di Surabaya pada 19-21 Juni 2026. Agenda nasional tersebut menjadi momentum konsolidasi pelajar dari berbagai daerah untuk memperkuat nilai kebangsaan sekaligus merumuskan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi.

Ketua Badan Pekerja Kongres GSNI, A.A. Gede Indrayana, mengatakan kongres tidak hanya menjadi forum organisasi, melainkan wadah menyatukan gagasan dan semangat perjuangan pelajar Indonesia.

“Kongres Nasional IV GSNI merupakan ruang konsolidasi nasional bagi pelajar untuk memperkuat persatuan, mempererat solidaritas, dan menyatukan gagasan dalam membangun masa depan bangsa,” ujarnya.

Menurut Gede, perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu, pelajar perlu memiliki fondasi kebangsaan yang kuat agar tidak kehilangan identitas di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

Ia menilai nasionalisme tetap relevan sebagai landasan dalam membentuk karakter pelajar yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.

“Kami ingin memastikan pelajar Indonesia tidak kehilangan jati dirinya. Nasionalisme harus tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat GSNI Abdul Gani menegaskan pelajar harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima kebijakan.

Menurutnya, pelajar memiliki potensi besar untuk menghadirkan ide, inovasi, dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pelajar tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek yang aktif dalam menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa,” ujar Abdul Gani.

Ia menambahkan, Kongres Nasional IV GSNI juga menjadi sarana memperkuat kapasitas intelektual, keberanian moral, dan semangat pengabdian generasi muda kepada masyarakat.

“Kami ingin mempertegas komitmen organisasi dalam membangun generasi pelajar nasionalis yang memiliki kapasitas intelektual, keberanian moral, dan semangat pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara,” katanya.

Selain membahas arah organisasi, forum tersebut diharapkan melahirkan rekomendasi terkait penguatan pendidikan kebangsaan, peningkatan literasi digital, pengembangan budaya intelektual di kalangan pelajar, serta penguatan solidaritas antarwilayah di Indonesia.

Dipilihnya Surabaya sebagai lokasi kongres juga memiliki nilai historis. Kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan itu dinilai merepresentasikan semangat perjuangan dan keberanian yang menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Melalui Kongres Nasional IV, GSNI berharap lahir rumusan gerakan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kontribusi pelajar dalam menjaga persatuan, demokrasi, dan masa depan Indonesia.

Editor : Alim Kusuma