Cetak Laba Tumbuh 21 Persen, Pertagas Siapkan USD 75 Juta untuk Ekspansi 2026

Pertagas cetak laba bersih tumbuh 21,43% pada 2025. Tahun ini, perusahaan siapkan USD 75 juta untuk proyek strategis termasuk pipa BBM Cikampek-Plumpang. INPhoto/Pertamina
Pertagas cetak laba bersih tumbuh 21,43% pada 2025. Tahun ini, perusahaan siapkan USD 75 juta untuk proyek strategis termasuk pipa BBM Cikampek-Plumpang. INPhoto/Pertamina

JAKARTA, iNFONews.ID – PT Pertamina Gas (Pertagas) menutup tahun buku 2025 dengan rapor hijau di seluruh lini bisnis. Anak usaha Subholding Gas Pertamina ini mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 21,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh lonjakan volume penyaluran pada segmen transportasi gas dan minyak.

Secara konsolidasi, Pertagas meraup pendapatan sebesar USD 861,51 juta. Sektor transportasi dan niaga gas bumi menjadi kontributor utama, disusul oleh lini transportasi minyak bumi. 

Efisiensi operasional yang ketat juga berhasil mendongkrak EBITDA perusahaan hingga 15,90 persen menjadi USD 427,46 juta.

Direktur Utama Pertagas, Indra Sembiring, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini berakar pada penguatan konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan utama. 

"Kami memastikan energi sampai ke titik akhir secara andal, mulai dari pembangkit listrik, industri besar, hingga ke dapur warga dan pelaku UMKM," ujar Indra dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Rincian Kinerja Operasional 2025:

  • Transportasi Gas: Menyalurkan 1.500 MMSCFD (Naik 4%).
  • Transportasi Minyak: Mencapai 174 ribu BOPD (Naik 8%).
  • Regasifikasi: Mencatat volume 155 BBTUD (Naik 6%).
  • Produksi LPG: Menembus 450 ton per hari (Naik 5%).

Saat ini, Pertagas mengelola tulang punggung energi nasional berupa jaringan pipa gas sepanjang 2.930 kilometer dan pipa minyak 605 kilometer. 

Layanan ini menjangkau 60 industri strategis, seperti pupuk, baja, dan petrokimia, serta melayani lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga di tanah air.

Menatap tahun 2026, Pertagas tidak mengendurkan ambisi. Perusahaan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar USD 75 juta untuk memperkuat infrastruktur dan keandalan jaringan. 

Target operasional pun dinaikkan, dengan sasaran transportasi gas sebesar 1.600 MMSCFD dan minyak 175 ribu BOPD.

Salah satu proyek mercusuar yang menjadi prioritas tahun ini adalah pembangunan pipa BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer. 

Proyek ini diproyeksikan bakal memangkas biaya logistik energi secara signifikan sekaligus menekan emisi karbon dari transportasi darat di area Jakarta dan Jawa Barat.

Selain infrastruktur fisik, Pertagas mulai melirik potensi energi masa depan. Indra menyebut perusahaan tengah mengkaji pengembangan hidrogen dan biomethane guna mendukung transisi energi berkelanjutan.

"Inisiatif 2026 bukan sekadar mengejar volume, tapi soal optimalisasi sumber energi yang lebih bersih. Kami ingin menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi nasional," pungkas Indra.

Editor : Alim Kusuma