Senin, 02 Mar 2026 04:42 WIB

Rayakan Setahun Jatim Jilid II, Santri Baguss Bagi 5.000 Paket Nasi

Sekjen Baguss, Gus Yusuf turun tangan membagikan 1000 paket takjil di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. INPhoto/Dokumentasi Baguss.
Sekjen Baguss, Gus Yusuf turun tangan membagikan 1000 paket takjil di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. INPhoto/Dokumentasi Baguss.

SURABAYA, iNFONews.ID - Trotoar di depan Gedung Negara Grahadi mendadak riuh oleh deretan pria bersarung dan berpeci, Minggu (1/3/2026) sore. 

Di bawah langit jingga Surabaya, Barisan Gus dan Santri (Baguss) turun ke jalan bukan untuk berdemonstrasi, melainkan membawa pesan syukur atas genap satu tahun masa jabatan periode kedua pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.

Sebanyak 1.000 paket nasi kotak berpindah tangan ke para pengendara ojek daring dan pekerja yang melintas. Aksi ini menjadi pembuka dari target 5.000 paket takjil yang akan disebar di berbagai titik Jawa Timur sepanjang Ramadan 1447 H.

"Momennya tepat di bulan suci, jadi syukur kami atas kepemimpinan Ibu Khofifah dan Pak Emil kami wujudkan lewat berbagi," ujar Sekretaris Jenderal Baguss, H. Yusuf Hidayat, di sela kesibukannya membagikan paket makanan.

Gerakan ini membawa beban sejarah yang kuat. Baguss merupakan transformasi dari Barisan Gus Solah, kelompok relawan yang dibentuk langsung oleh almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) saat Pilgub 2018 silam. 

Meski sang kiai telah tiada, api dukungan para santri Tebuireng ini diklaim tidak bergeser sedikit pun.

Yusuf menceritakan bahwa militansi kelompok ini tetap terjaga meski nama organisasi mengalami penyesuaian. 

Di bawah komando Gus Fahmi, mereka memposisikan diri sebagai pengawal setia kebijakan Khofifah-Emil hingga masa jabatan berakhir.

Satu hal yang menarik dari aksi di jantung Kota Pahlawan ini adalah sumber pendanaannya. Yusuf menjamin tidak ada sepeser pun uang dari kas birokrasi atau APBD yang masuk ke kantong relawan untuk pengadaan logistik ini.

"Ini murni iuran sukarela dari teman-teman relawan dan para donatur yang punya visi sama. Kami bergerak mandiri sebagai bentuk pengabdian," tambah alumni santri Pesantren Tebuireng tersebut.

Melalui aksi ini, Baguss ingin menunjukkan bahwa dukungan politik praktis bisa bertransformasi menjadi kerja sosial yang menyentuh langsung masyarakat lapis bawah. 

Bagi mereka, keberlanjutan program pembangunan di Jawa Timur perlu dikawal dengan harmoni, dimulai dari langkah kecil di pinggir jalan.

"Instruksi pimpinan jelas, kami tetap tegak lurus mendukung Ibu Khofifah sampai tuntas," tutup Yusuf.

Editor : Alim Kusuma