Sabtu, 31 Jan 2026 05:51 WIB

Gandeng Forkopimcam, MUI Sukolilo Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat

Pertemuan strategis antara tokoh agama dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). INPhoto/FJN
Pertemuan strategis antara tokoh agama dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). INPhoto/FJN

SURABAYA, iNFONews.ID – Fungsi masjid di wilayah Kecamatan Sukolilo, Surabaya, kini mulai didorong melampaui batas tempat ibadah ritual. 

Melalui pertemuan strategis antara tokoh agama dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), muncul komitmen kuat untuk menjadikan masjid sebagai basis utama pemberdayaan ekonomi dan pendidikan masyarakat.

Dalam pertemuan yang digelar di Pendopo Kecamatan Sukolilo, Selasa (13/1), para pengurus takmir masjid bersama pimpinan MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, dan DMI duduk satu meja dengan Camat, Polsek, hingga Danramil. Agenda besarnya adalah mengonversi peran masjid agar lebih produktif bagi lingkungan sekitar.

Ketua MUI Sukolilo, Prof. Dr. KH Moh Mukhrojin, menawarkan konsep 5 Pilar Masjid untuk diadaptasi oleh seluruh takmir. 

Pilar tersebut meliputi fungsi masjid sebagai rumah Tuhan (Baitullah), pusat literasi Al-Qur'an (Baitul Quran), wadah pendidikan (Baitut Tarbiyah), pusat logistik umat (Baitul Maal), hingga penggerak ekonomi (Baitul Muamalah).

"Masjid-masjid di Sukolilo harus lebih optimal memberdayakan warga. Peran ini tidak boleh terbatas pada pelaksanaan salat saja, tetapi merambah ke aspek sosial dan kesejahteraan," ujar KH Mukhrojin di hadapan para tokoh lintas organisasi.

Ia juga mengusulkan pertemuan silaturahmi ini menjadi agenda rutin bulanan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus menyelaraskan program keagamaan dengan program pemerintah kota.

Camat Sukolilo, M. Aries Hilmi, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemegang kebijakan dan tokoh agama menjadi kunci keberhasilan pembinaan umat. 

"Pemerintah mendukung penuh keberlanjutan kegiatan ini. Kami ingin masjid benar-benar menjadi pusat pembinaan masyarakat yang solid," kata Aries.

Selain membahas ekonomi umat, forum ini juga menjadi ajang pengaktifan kembali program "Duhur Keliling". Program yang digagas oleh para penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Sukolilo ini berupa pengajian rutin setiap Rabu yang berpindah dari satu masjid ke masjid lain.

Mochammad Abdullah, perwakilan KUA Sukolilo, menjelaskan bahwa jadwal Duhur Keliling untuk tahun 2026 telah rampung dan siap didistribusikan ke setiap takmir. 

Program yang sudah berjalan selama dua tahun ini terbukti efektif menjadi wadah komunikasi langsung antara aparatur negara dengan jamaah di tingkat akar rumput.

Dengan sinergi ini, Sukolilo diproyeksikan menjadi percontohan wilayah yang mampu mengintegrasikan fungsi spiritualitas dengan kemandirian sosial masyarakat melalui penguatan peran masjid.

Editor : Alim Kusuma