ACEH TAMIANG, iNFONews.ID — Tim kemanusiaan yang dipimpin oleh Hamida Soetadji yang juga Ketua USC & Perwakilan Komunitas Jurnalis Riverside Surabaya terus berupaya menjangkau titik-titik terdampak banjir yang selama ini luput dari perhatian publik di Kabupaten Aceh Tamiang.
Mimit -sapaan Hamida Soetadji- berangkat ke Aceh, dari Surabaya pada 7 Januari 2026 untuk menyalurkan bantuan ke korban bencana yang membutuhkan. Penyaluran bantuan disalurkan ke warga setempat mulai Senin 12 Januari 2026.
"Pada hari Senin, tim telah menyalurkan bantuan berupa 250 paket perlengkapan mandi dan pakaian dalam untuk anak-anak usia 1–6 tahun. Penyaluran ini difokuskan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan anak-anak di posko pengungsian," tulis Mimit dalam laporannya.
Selain menyalurkan bantuan, yang dibantu oleh relawan atau komunitas setempat, Mimit juga memberikan sejumlah catatan dan temuan di lapangan, yang diharapkan bisa ditindaklanjuti.
Diantaranya, dia menyebut "Mencari yang Tak Terlihat" yakni di Kampung Laduh. Disampaikan, pada Selasa (13/1), tim melakukan pemetaan mendalam di Desa Kampung Laduh, Kecamatan Rantau. Lokasi ini baru teridentifikasi setelah tim mendengar cerita dari salah satu Tenaga Kesehatan (Nakes) yang rumah pribadinya turut hancur di desa tersebut.
Selama ini, bantuan cenderung menumpuk di wilayah Kota Lintang Bawah karena posisinya yang sangat strategis di bantaran sungai dan tepat di bawah jembatan besar Aceh Tamiang sehingga mudah terlihat.
"Sebaliknya, Kampung Laduh sempat terisolasi karena akses yang tertutup dan minimnya informasi yang mengarahkan bantuan ke sana," ujarnya.
*Kondisi terkini di Kampung Laduh*
Kerusakan Total:
Sebanyak 90% rumah warga hilang tersapu banjir. Warga kini bertahan di tenda pengungsian atau membangun gubuk liar (bedak) sendiri.
-Pendidikan Darurat: Siswa-siswi kini terpaksa bersekolah di tenda darurat. Tim sedang melakukan pendataan detail bagi 450 siswa SDN 2 Kota Kuala Simpang, 50 anak PAUD Petuah Bangsa, dan 15 anak TK.
-Minim Bantuan: Penanganan berjalan lambat dan bantuan logistik sangat jarang menyentuh wilayah ini.
*Rencana Tindak Lanjut*
Hari ini, tim fokus mengumpulkan data valid anak-anak sekolah yang belajar di tenda darurat agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. Setelah data terkumpul, pembelanjaan kebutuhan logistik selanjutnya akan dilakukan pada Rabu, 14 Januari 2026.
*Laporan Keuangan*
Total pengeluaran dana donasi yang tercatat sejak 7 Januari hingga saat ini adalah sebesar Rp9.775.000.
Kami mengetuk pintu hati para dermawan untuk terus mendukung aksi ini, terutama bagi anak-anak yang harus tetap belajar di tengah keterbatasan tenda darurat. Update penyerahan bantuan dapat dipantau melalui Instagram U Save Children dan Project Pinggir Kali.
"Salam hangat untuk rekan-rekan di Surabaya, Hamida Soetadji Ketua USC & Perwakilan Komunitas Jurnalis Riverside," pungkasnya. (*)
Editor : Tudji Martudji