SURABAYA, INFONews.ID - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus berbenah dan melakukan perbaikan layanan, termasuk di Rumah Sakit (RS) Pura Raharja di Surabaya. Itu disampaikan Ning Lia -sapaan akrab Lia Istifhama- usai menghadiri tasyakuran atas pelantikan Prof. Dr. Joni Wahyuhadi sebagai CEO RS Pura Raharja dan dr. Makhyan Jibril Al Farabi sebagai Direktur RS Pura Raharja, Jumat (9/1/2026).
Ning Lia menegaskan, meski ditengah tekanan fiskal yang tidak ringan, Pemprov Jatim mampu menjaga kinerja pemerintahan tetap stabil, termasuk menjaga layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya, semangat peningkatan status RS Pura Raharja menuju Rumah Sakit Tipe C.
"Ini semangat yang sangat baik, dengan menjadi Rumah Sakit Tipe C untuk RS Pura Raharja, menjadi bukti Pemprov Jatim sangat serius memberikan yang terbaik untuk masyarakat," kata Ning Lia.
Pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat dan perubahan kebijakan pajak serta retribusi daerah, tidak mengganggu jalannya program-program strategis yang dilakukan Pemprov Jatim.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Prof. Dr. Joni dan dr. Makhyan Jibril melakukan pemotongan tumpeng. Dilanjutkan membuka tabir penutup papan nama bertuliskan "Aset Milik KORPRI Provinsi Jawa Timur" disamping kanan dan kiri ada logo Pemprov Jatim dan lambang Korpri. Dibawahnya, tertulis RS Korpri Pura Raharja, luas lahan 1.418,37 M, terletak di Jalan Pucang Adi No. 12-14 Surabaya.
Khofifah menyampaikan, awal tahun 2026 adalah momentum refleksi. Merupakan penguatan komitmen serta terus meningkatkan pelayanan kesehatan, salah satunya di RS Pura Raharja. Ditegaskan, rumah sakit itu menuju profesional, terintegrasi dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
"Rumah Sakit Pura Raharja memiliki nilai historis kuat karena didirikan dari iuran dan semangat pengabdian anggota KORPRI Jawa Timur di masa lalu. Momentum ini menandai dimulainya babak baru pengelolaan rumah sakit yang lahir dari semangat gotong royong aparatur sipil negara (ASN) Jawa Timur," terang Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah secara simbolis memotong tumpeng kemudian diserahkan kepada CEO RS Pura Raharja, Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), MARS. Potongan berikutnya untuk mantan Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, yang juga pengurus Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur.
"Tasyakuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan," ujar Khofifah.
Disebut, RS Pura Raharja memiliki nilai historis yang kuat karena didirikan dari iuran dan semangat pengabdian anggota KORPRI Jawa Timur di masa lalu. Rumah sakit tersebut merupakan wujud amal jariah yang manfaatnya terus dirasakan hingga saat ini.
“Pendiri rumah sakit ini adalah para anggota KORPRI. RS ini didedikasikan untuk masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar KORPRI menanam amal jariah. Insya Allah, manfaatnya akan terus mengalir,” ujarnya.
Khofifah mengingatkan pentingnya profesionalitas dan transparansi dalam pengelolaan serta memastikan dilakukan audit menyeluruh sebagai dasar penguatan tata kelola di RS Pura Raharja tersebut.
Audit meliputi bangunan guna memastikan kelaikan fasilitas yang ada, termasuk peralatan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi medis, serta audit keuangan demi menjamin pengelolaan yang bersih dan akuntabel.
“Proses audit ini untuk kebaikan bersama, agar keberlanjutan rumah sakit ini terjaga dengan standar yang benar,” katanya.
Dirinya mengaku terkesan dengan suasana rumah sakit dan penyambutan tenaga medis. Ia optimistis RS Pura Raharja memiliki potensi besar berkembang menjadi rumah sakit rujukan dengan kualitas layanan bertaraf internasional.
“Tadi suasananya sudah seperti international hospital. Kalau hari ini baru terasa, ke depan Insya Allah benar-benar terwujud, bukan hanya dari bangunannya, tapi juga kualitas layanan dan tenaga medisnya,” kata Khofifah.
Sementara itu, Adhy Karyono menjelaskan tasyakuran digelar setelah status RS Pura Raharja kembali ditegaskan sebagai rumah sakit milik KORPRI Jawa Timur yang dikelola Perkumpulan Abdi Negara Jatim.
“Kita sudah mendudukkan kembali status RS Pura Raharja sebagai rumah sakit milik KORPRI Jatim. Kita juga sudah menunjuk CEO dan direktur yang baru,” kata Adhy.
Ia menambahkan, pembenahan rumah sakit dilakukan secara bertahap melalui audit bangunan, audit peralatan medis, dan audit keuangan. Setelah itu, pengembangan akan difokuskan pada penambahan dan peningkatan fasilitas.
Keberadaan bangunan akan dikembangkan, termasuk pengadaan lahan untuk gedung rawat jalan dan penambahan jumlah tempat tidur. Selanjutnya, segera ditempuh peningkatan kualitas peralatan medis, pengembangan layanan spesialis, layanan home care juga menjadi agenda ke depan. RS Pura Raharja ditargetkan naik status menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C dengan program-program unggulan. (*)
Editor : Tudji Martudji