SURABAYA, iNFONews.ID – PT PAL Indonesia membuktikan keseriusannya dalam membenahi manajemen internal di tengah ambisi besar menggarap proyek-proyek maritim strategis.
Perusahaan manufaktur pertahanan ini berhasil mengantongi skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 87,65 dengan predikat "Sangat Baik" untuk tahun buku 2024.
Capaian ini melampaui target internal perusahaan yang dipatok di angka 87,50. Jika menilik ke belakang, angka ini menunjukkan tren positif yang stabil dibandingkan perolehan skor pada 2022 lalu.
Kenaikan nilai tersebut menjadi sinyal kuat bahwa transformasi di tubuh produsen kapal perang nasional ini berjalan di rel yang tepat.
Hasil asesmen yang dipaparkan dalam Exit Meeting bersama BPKP Jawa Timur pada Selasa (30/12) ini bukan sekadar angka di atas kertas.
Bagi PT PAL, nilai tersebut merupakan modal sosial untuk meyakinkan kembali para mitra bisnis, terutama di tengah proses restrukturisasi keuangan perusahaan.
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjojo, menjelaskan bahwa semakin kompleksnya proyek yang ditangani perusahaan, mulai dari kapal perang hingga rekayasa energi, menuntut standar administrasi yang jauh lebih ketat.
"Pencapaian ini cermin konsistensi manajemen memperkuat tata kelola. Seiring besarnya nilai dan kompleksitas proyek saat ini, prosedur bisnis harus lebih presisi," ujar Wiyono dalam pertemuan daring tersebut.
Ia tidak menampik bahwa PT PAL sedang berupaya keras membangun kembali kredibilitas di mata kreditur dan pelanggan. Melalui prinsip TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, dan Fairness), perusahaan ingin memastikan setiap rupiah dan material dalam proyek mereka dapat dipertanggungjawabkan.
Penilaian independen ini merujuk pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-02/MBU/3/2023. Aturan tersebut mewajibkan perusahaan pelat merah melakukan evaluasi berkala setiap dua tahun guna menjamin keberlanjutan bisnis.
Amalia Maya Fitri, Direktur Teknologi dan Manajemen Portofolio PT Len Industri (Persero) selaku induk holding, turut menyaksikan capaian ini.
Keberhasilan PT PAL menjaga integritas operasional diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, baik di sektor kapal niaga maupun alat utama sistem persenjataan (Alutsista).
Dengan status "Sangat Baik" ini, PT PAL Indonesia kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam diplomasi pertahanan global.
Perusahaan tidak hanya menjual kecanggihan desain kapal selam atau kapal cepat rudal, tetapi juga menjual sistem manajemen yang bersih dan profesional.
Editor : Alim Kusuma