SURABAYA, INFONews.ID - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menyampaikan optimisme dan kesiapan partainya menghadapi kontestasi politik di tahun 2029. Itu disampaikan usai tuntasnya Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Jawa Timur, di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (20/12/2025).
Sosok yang membidangi perekonomian di DPP PDI Perjuangan menyebut hasil Konferda dan Konfercab di Surabaya itu disebut sebagai bukti keberhasilan regenerasi kepemimpinan di tubuh PDI Perjuangan Jatim.
"Kita tadi bisa melihat, dari total susunan kepengurusan di DPD dan DPC, sebanyak 52 persen diisi oleh kader berusia muda, yakni 25 hingga 40 tahun," ujar Said Abdullah, kepada wartawan.
Lanjut Said yang akrab disapa Buya, itu menunjukkan regenerasi PDI Perjuangan di Jatim relatif berhasil.
"Walaupun awalnya saya menargetkan sampai 60 persen,” sambungnya.
Dengan komposisi struktur yang didominasi kader muda, Said optimistis PDIP Jatim mampu menambah perolehan suara ke depan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi modal utama partai dalam menghadapi tantangan politik mendatang.
“Melihat struktur dan SDM kami yang diisi banyak anak muda, insyaallah PDIP siap menatap masa depan,” tegasnya.
Meski begitu, Said mengingatkan bahwa kontestasi politik menuju 2029 tidak akan mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana partai politik menempatkan diri di tengah dominasi pemilih muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha yang diperkirakan mencapai 70 persen dari total pemilih di Jatim.
“Gen Z dan Alpha jengah dengan politisi salon dan jargon-jargon politik. Yang mereka inginkan itu kerja nyata, turun ke bawah, mendengar aspirasi, lalu merumuskannya menjadi kebijakan,” katanya.
Kemudian, dirinya memberikan penekanan bahwa PDI Perjuangan harus mengubah pendekatan, dari sekadar menyampaikan narasi politik menjadi pendengar yang baik bagi aspirasi anak muda, yang peduli pada isu lingkungan, lapangan kerja, pendidikan, dan persoalan keseharian.
Sementara, menanggapi wacana pengembalian mekanisme Pilkada melalui DPRD yang belakangan mencuat, Said mengingatkan agar semua pihak berhati-hati. Menurutnya, demokrasi Indonesia sudah melangkah jauh dengan Pilkada langsung dan tidak seharusnya ditarik mundur.
“Jangan sampai kita mundur ke belakang. Pertanyaannya, apakah lewat DPRD juga tidak high cost? Problemnya bukan sistemnya, tapi bagaimana partai politik mendidik pemilih agar menolak politik uang,” tegasnya.
Said menambahkan, peran penting DPC dan PAC sebagai garda terdepan partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“DPC dan PAC itu hidup sehari-hari bersama rakyat, menangis dan tertawa bersama rakyat. Itu kunci kekuatan PDI Perjuangan," kata dia.
Ke depan, konsolidasi internal akan diperkuat melalui rapat kerja yang dijadwalkan pada Januari 2026. Sementara terkait peluang kader muda maju sebagai calon legislatif maupun eksekutif pada 2029, Said menegaskan PDIP terbuka sepenuhnya.
“Komposisi kami sudah anak muda semua. Kami welcome,” pungkasnya. (*)
Editor : Tudji Martudji