SURABAYA, iNFONews.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar proses pergantian kepengurusan, melainkan upaya fundamental untuk menjaga nilai, semangat, dan arah perjuangan organisasi agar tetap relevan menghadapi tantangan zaman.
Ketua Kaderisasi Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Surabaya, Farid Alvian, mengatakan kaderisasi harus dipahami sebagai proses ideologis dan strategis, bukan hanya formalitas administratif.
“Kaderisasi bagi saya bukan sekadar urusan administratif untuk mengisi kekosongan jabatan. Kaderisasi adalah soal menjaga nyala api agar organisasi ini tidak mati ditelan zaman,” ujar Farid, Selasa (17/12).
Menurut Farid, perubahan sosial yang bergerak cepat menuntut GP Ansor Surabaya melahirkan kader-kader unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga profesional, bertanggung jawab, dan kokoh dalam prinsip perjuangan.
Ia menilai tantangan hari ini tidak cukup dijawab dengan semangat semata. Organisasi kepemudaan harus mampu menyiapkan kader yang memiliki daya tahan ideologis sekaligus kapasitas kepemimpinan yang mumpuni.
Menjawab tantangan tersebut, PC GP Ansor Surabaya akan kembali menginstruksikan seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan untuk segera melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) sebagai pintu awal kaderisasi formal.
Farid menyebut PKD sebagai “kawah candradimuka” bagi kader Ansor untuk ditempa menjadi calon pemimpin yang mandiri, independen, dan tidak mudah terombang-ambing oleh kepentingan sesaat.
“Kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya ingin mencetak kader yang gerak, bergerak, tidak digerakkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tim Kaderisasi PC GP Ansor Surabaya menyatakan bahwa estafet kepemimpinan organisasi kini kembali ditata secara lebih terstruktur dan sistematis.
Seluruh proses pelatihan akan disesuaikan secara ketat dengan Peraturan Organisasi (PO) agar menghasilkan kader yang profesional dan siap mengabdi di berbagai bidang.
Melalui pola kaderisasi yang terarah, para kader tidak hanya diajak hadir dalam forum-forum organisasi, tetapi juga berproses bersama, saling menguatkan, dan menyiapkan diri menjadi bagian penting dari perjalanan panjang GP Ansor.
“Kader yang baik adalah mereka yang memahami ke mana arah gerak organisasinya, selalu bergerak dengan inisiatif sendiri, terukur, terarah sesuai PO organisasi, dan tidak digerakkan oleh kepentingan yang bersifat merusak,” pungkas Farid.
Editor : Alim Kusuma