SURABAYA, INFONews.ID - Empat orang guru SMA/SMK di Jatim mendapat undian umroh gratis dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, paket ibadah ke tanah suci itu diberikan secara acak atau diundi, bersamaan digelarnya Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Aksara Internasional Jawa Timur 2025, di Grand City Surabaya, Senin (1/12/2025).
Sejumlah penghargaan juga diberikan kepada insan pendidik yang mendapat pujian dan penghormatan atas peran besarnya melahirkan siswa siswi berprestasi diberbagai bidang di Jawa Timur.
Mereka, para guru yang mendapat undian berangkat umroh itu adalah Asfan, Tety, Eny, dan Eryn Irsa Ningtyas. Penyerahan simbolis penghargaan umroh diberikan langsung oleh Gubernur Khofifah di sela acara tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan Gubernur Jatim sengaja meluangkan waktu hadir di acara itu disela kesibukannnya menyalurkan bantuan ke lokasi bencana di Sumatera Utara dan Aceh.
"Itu lantaran rasa bangga Ibu Gubernur Jawa Timur, dan karena ingin memberikan ucapan secara langsung kepada para guru yang hadir di acara ini," ujar Aries Agung.
Pemerintah sangat mengapresiasi para guru termasuk di Jawa Timur. Di peringatan hari guru di tingkat pusat pada 28 Nopember penghargaan juga diberikan oleh Presiden RI, yang hadir langsung di acara itu.
"Tentu kita juga memberikan apresiasi kepada para guru di kabupaten kota di Jawa Timur, karena dari para guru lahirnya siswa siswi dari Jawa Timur yang banyak meraih prestasi, apresiasi itu hari ini kita laksanakan di acara ini," kata Aries Agung Paewai.
Pemprov Jatim, lanjutnya, berkomitmen bahwa murid-murid yang hebat dan melahirkan prestasi tentu dari guru-guru yang hebat. Disampaikan, Jawa Timur sering sekali mendapat juara umum diberbagai iven, baik saint, akademik, seni dan olahraga.
"Munculnya murid-murid berprestasi tentu juga dari guru-guru yang hebat juga di Jawa Timur," tegasnya.
Dari Gubernur Jatim, diantaranya ada program bedah rumah bagi guru yang memiliki keterbatasan ekonomi. Serta, program melanjutkan kuliah S2, dan setiap tahun jumlahnya akan terus ditingkatkan. Itu merupakan wujud pemerintah yang menyadari keterbatasan ekonomi sebagian para guru, yang tidak semuanya mereka beruntung untuk finansial atau ekonomi.
Hadiah program umroh untuk guru, yang diberikan dengan cara acak atau diundi itu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang beruntung. (*)
Editor : Tudji Martudji