Sabtu, 31 Jan 2026 05:51 WIB

Harga Cabai Merah Keriting Anjlok di Jatim Hari Ini, Jadi Angin Segar di Tengah Stabilitas Sembako

Harga cabai merah keriting dilaporkan mengalami penurunan signifikan. INPhoto/Eric
Harga cabai merah keriting dilaporkan mengalami penurunan signifikan. INPhoto/Eric

SURABAYA, iNFONews.ID – Konsumen di Jawa Timur (Jatim) menerima kabar baik pada pertengahan pekan ini, Rabu (26/11/2025). Harga cabai merah keriting dilaporkan mengalami penurunan signifikan, menjadi sorotan utama di tengah tren harga sembilan bahan pokok (sembako) lainnya yang cenderung stabil.

Berdasarkan pemantauan terkini dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, komoditas dapur penting ini turun rata-rata sebesar Rp1.356. Angka penurunan ini setara dengan 2,70 persen dari harga sebelumnya.

Dengan adanya penurunan ini, rata-rata harga cabai merah keriting di Jatim kini tercatat berada pada level Rp48.894 per kilogram (kg).

Data Siskaperbapo per pukul 09.54 WIB menunjukkan bahwa stabilitas mendominasi pasar kebutuhan pokok di seluruh wilayah Jatim. Sebagian besar harga bahan pangan pokok utama tidak mengalami perubahan drastis.

Meskipun demikian, ada satu komoditas yang patut diwaspadai oleh masyarakat, yaitu telur ayam ras. Harga rata-rata telur masih berada di level tinggi, menyentuh angka Rp28.026/kg. Sementara itu, harga daging sapi paha belakang berada di Rp119.452/kg, dan daging ayam ras stabil di Rp35.884/kg.

Harga bahan pokok strategis lainnya terpantau sebagai berikut:

  • Beras Premium: Rp14.898/kg
  • Beras Medium: Rp12.883/kg
  • Gula Kristal Putih: Rp16.372/kg
  • Bawang Merah: Rp38.437/kg
  • Bawang Putih: Rp30.075/kg

Penurunan harga cabai merah keriting yang signifikan hari ini menunjukkan dinamika cepat dalam rantai pasokan dan distribusi, yang menjadi penentu utama fluktuasi harga sembako. Kenaikan dan penurunan harga, termasuk komoditas penting seperti cabai, dipengaruhi oleh beberapa faktor multifaktorial:

1. Hukum Penawaran dan Permintaan

Penurunan harga cabai hari ini kemungkinan besar dipicu oleh peningkatan pasokan dari sentra produksi yang melebihi permintaan pasar. Sebaliknya, peningkatan permintaan tanpa diimbangi pasokan akan mendorong harga naik.

2. Kondisi Produksi dan Cuaca

Kondisi cuaca yang kondusif belakangan ini, tanpa adanya cuaca ekstrem seperti banjir atau kekeringan parah, memungkinkan panen cabai berjalan optimal dan melimpah, sehingga menekan harga.

3. Logistik dan Distribusi

Efisiensi dalam biaya distribusi, mulai dari harga bahan bakar hingga kelancaran logistik, juga berperan besar dalam menentukan biaya akhir yang dibebankan kepada konsumen.

4. Faktor Eksternal

Fluktuasi nilai tukar mata uang, tingkat inflasi, hingga kebijakan pemerintah terkait subsidi dan pajak, secara kolektif mempengaruhi struktur harga komoditas impor maupun lokal.

Pengawasan harga sembako, yang mencakup sembilan kebutuhan pokok ditambah cabai, secara berkala oleh pemerintah dan kesadaran masyarakat tentang faktor-faktor ini menjadi kunci penting.

Hal ini tidak hanya menjaga stabilitas daya beli masyarakat, tetapi juga membantu mencegah terjadinya pembengkakan pengeluaran rumah tangga yang tidak terduga.

Masyarakat diimbau untuk terus mencermati harga di pasar lokal, mengingat harga rata-rata Jatim dapat berbeda di tingkat pedagang eceran.

Laporan: Eric Setyo Pambudi

Editor : Alim Kusuma