Jumat, 30 Jan 2026 17:45 WIB

KORMI Kota Surabaya Gelar Lomba Senam SABI 2025 di Pasar Atom Surabaya

Peserta dan juri Senam Ayo Bersatu Bugar Indonesia foto bersama Ketua KORMI, Kadisbudparpora, dan juri (IN/PHOTO: TUDJI)
Peserta dan juri Senam Ayo Bersatu Bugar Indonesia foto bersama Ketua KORMI, Kadisbudparpora, dan juri (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, INFONews.ID — Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) kembali menggelar Lomba Senam Ayo Bersatu Bugar Indonesia atau Senam SABI dalam rangka Piala Wali Kota Surabaya 2025, Rabu (5/11/2025).

 

Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan dan penguatan komunitas olahraga masyarakat di bawah koordinasi Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).

Tahun ini, lanjutnya menjadi pelaksanaan kelima ajang tahunan yang diikuti berbagai kelompok senam dari tingkat kecamatan hingga sanggar.

 

“Piala Wali Kota ini rutin kami adakan setiap tahun. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat olahraga di masyarakat dan menciptakan regenerasi atlet senam,” kata Hidayat.

Kompetisi tersebut juga menjadi ajang seleksi bagi peserta yang berprestasi untuk mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi hingga tingkat nasional.

 

“Peserta terbaik akan kami uji lagi di Porda (Pekan Olahraga Daerah) Jawa Timur. Jika berprestasi, mereka bisa mewakili daerah di Pornas (Pekan Olahraga Nasional),” lanjutnya.

 

Ditambahkan, ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi wadah pembinaan berjenjang yang menguatkan jejaring komunitas kebugaran di Surabaya. Selain memupuk persahabatan juga bertujuan menumbuhkan gaya hidup yang sehat dengan membiasakan berolah raga atau senam di masyarakat.

 

“Keuntungannya banyak. Peserta menjadi lebih bugar, memperluas pertemanan, dan yang terpenting membawa nama Surabaya serta Jawa Timur di tingkat nasional,” ujarnya.

 

Kemudian, Ketua Panitia Lomba Senam SABI 2025, Titin Suryatini , menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema “Ayu Bersatu Bugar 2045”. Ia menyebut Senam SABI merupakan olahraga rekreasi khas milik KORMI Nasional yang kini menjadi agenda wajib di berbagai daerah, dibawah wadah KORMI.

 

“Yang kami lombakan adalah Senam Ayu Bersatu Bugar 2045 atau SABI. Ini senam milik KORMI Nasional yang terus kami perkenalkan ke masyarakat,” tutur Titin.

 

Ada sebanyak 81 orang yang mengikuti lomba tersebut, terdiri dari 14 kelompok utama ada lima tim, 32 instruktur, dan 35 peserta kategori pemula.

 

“Peserta kami jaring dari kecamatan, sanggar, hingga komunitas RT. Kriteria penilaian meliputi teknik gerak, kekompakan, penampilan, dan semangat dari awal sampai akhir,” terangnya.

 

Untuk penjuriannya, ditetapkan empat kategori juara, yakni juara I, II, III, dan harapan I untuk masing-masing kelompok.

 

Surabaya Barometer Kebugaran Masyarakat

 

Ketua KORMI Kota Surabaya, Muhammad Sunar, menegaskan Senam SABI merupakan produk resmi dari KORMI yang wajib dilombakan di setiap tingkatan, mulai dari kota/kabupaten hingga nasional.

“SABI ini olahraga rekreasi resmi milik KORMI. Setiap tahun wajib dilombakan, baik di tingkat kota, daerah, maupun nasional. Surabaya menjadi salah satu yang paling aktif melaksanakannya,” kata Sunar.

 

Ia menyebutkan, seluruh induk olahraga rekreasi masyarakat (Inorga) yang tergabung dalam KORMI telah memiliki struktur kepengurusan nasional dan daerah.

 

“Semua Inorga se-Indonesia sudah bergabung, termasuk SABI. Surabaya sendiri menjadi daerah terdepan dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

 

Menurut Sunar, penyelenggaraan rutin ini menunjukkan dukungan kuat Pemerintah Kota terhadap pengembangan olahraga masyarakat.

 

“Kami berterima kasih kepada Disbudporapar yang telah memberi ruang luas bagi komunitas untuk tampil. Ke depan, kami ingin olahraga kebugaran menjadi identitas positif warga Surabaya,” lanjutnya.

 

Sementara, target jangka panjang KORMI Surabaya adalah meningkatkan tingkat kebugaran masyarakat.

 

“Data nasional menunjukkan tingkat kebugaran warga Jawa Timur masih di bawah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Karena itu, Surabaya tidak ingin kalah harus ditingkatkan," pungkasnya. (*)

Editor : Tudji Martudji