Mengintip Tradisi Prosesi Tolak Bala Konghucu

Infonews.id | Surabaya - Prosesi tolak balak Ciswak di Klenteng Hong San Ko Tee di Jl HOS Cokroaminoto Surabaya diikuti ratusan umat Tridarma dan Konghuchu. Ratusan umat Tridharma dan Konghucu memadati klenteng Hong San Ko Tee di Jl HOS Cokroaminoto Surabaya. Ditemani asap Yusua, ratusan orang bergantian melaksanakan prosesi ibadah Ciswak sebagai doa usai tahun baru Imlek.

Ciswak pertama sebagai doa tutup tahun dilakukan untuk menyucikan diri agar jauh dari malapetaka dan segala penyakit. 

Ciswak di klenteng Cokro dilakukan dengan sebuah ruwatan dengan gabungan tiga tradisi yaitu Bali, Jawa dan Tionghoa. Tradisi Bali dengan ruwatan, Jawa dengan siraman bunga lalu Tionghoa dengan cara Ciswak.

Proses Ciswak dilakukan dengan upacara doa kepada 8 dewa yang ada di klenteng. Tapi, yang diutamanakan adalah berdoa pada Dewa tuan rumahnya yang berada di altar tengah yaitu Kong Tke Cun Ong.

Prosesi juga dilakukan dengan penuangan minyak ke tempat tungku lilin sebagai penada persembahan untuk kehidupan yang lancar.

Setelah itu, prosesi terakhir adalah siraman air bunga untuk tola balak, penyematan berkah di kening, dan memotong bagian rambut sebagai melepaskan atau membuang segala keburukan. INPhoto/ken

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait