Prosesi wisuda UT Surabaya periode 1 tahun akademik 2023/2024 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (07/3/2024). INPhoto/Alim

SURABAYA, iNFONews.ID - Sebanyak 20 mahasiswa UT Surabaya (Universitas Terbuka Surabaya) mendekam di Lapas Madiun. Seluruh Napi ini merupakan mahasiswa yang saat ini menempuh program S1 Agribisnis UT Surabaya.

Direktur UT Surabaya, Suparti mengungkapkan 20 mahasiswanya tersebut merupakan penerima beasiswa dari Pemerintah Kota Madiun (Pemkot Madiun). Mereka dipersiapkan oleh Walikota agar setelah keluar dari penjara memiliki ilmu dan skill, sehingga tidak kembali ke jalan yang sesat.

"Semua napi tersebut merupakan warga binaan Lapas Madiun yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah kota Madiun," terangnya usai prosesi wisuda UT Surabaya periode 1 tahun akademik 2023/2024 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (07/3/2024).

Terkait beasiswa dan jurusan yang ditunjuk, Suparti bilang bahwa hal itu merupakan kebijakan pemkot Madiun. Dipilihnya program S1 Agribisnis bagi napi, lanjut Suparti, karena saat ini Walikota Madiun tengah menyiapkan perkebunan kelapa kopyor.

"Diharapkan 20 warga binaan itu nanti saat keluar dari LP bisa bekerja di perkebunan," ungkapnya.

Lantas bagaimana para napi itu menjalani kuliah?

Proses kuliah di Lapas Madiun sendiri dilaksanakan secara daring. Masing-masing napi dibekali 1 unit laptop oleh Pemkot Madiun.

"Alhamdulillah semester 1 kemarin nilainya bagus-bagus, jadi mereka di dalam lapas itu belajar," tegas Suparti.

 

 

Editor : Alim

Berita Terbaru