Pedagang menata kaset pita lawas di Pasar Antik Bratang, Surabaya, Jawa Timur. INPhoto/Patrik Cahyo Lumintu

SURABAYA, iNFONews.ID – Di tengah gempuran layanan digital streaming musik, kejutan tren baru tercipta di Jepang.

Setelah dipandang sebagai relik budaya, kaset kini memikat generasi baru pencinta musik. Menandai kebangkitan media rekaman analog kompak, beberapa toko di Tokyo bahkan memperluas pilihan kaset.

Peralihan pertama dalam pemutaran musik kini tengah terjadi. Penggemar musik di kedua sisi Samudra Atlantik kembali tertarik pada kaset, dua dasawarsa setelah digantikan oleh CD, DVD, dan unduhan digital.

Disinyalir saat ini kaset pita (cassette tape) tengah menjadi buruan para pencinta musik. Walaupun kerap dianggap ketinggalan zaman, namun penikmat musik justru tergoda dengan penampilannya yang nostalgic dan suara yang dihasilkan. Kaset dari pita selulois berputar kembali dalam hidup kita.

Ussfeeed, salah satu media Jepang bahkan menyebutkan jika beberapa toko justru mulai memperluas area khusus kaset pita.

Toko seukuran Tower Records juga mengakui kembali meningkatnya popularitas kaset pita, terutama di kalangan generasi yang berusia 20 tahun yang sebelumnya tidak pernah mengalami kejayaan kaset pada tahun 1980.

Pada September tahun lalu, Tower Record di Shibuya menambahkan koleksi sekitar 3.000 pita kaset, dimana itu lebih banyak enam kali lipat dari sebelumnya. Usia pembelinya pun beragam, dari remaja sampe yang udah 50-an, tapi yang paing banyak tuh yang umurnya 30-an.

“Kaset pita kayaknya terlihat sebagai sesuatu yang baru dan lucu buat generasi muda," tutur Ko Tekade, yang jadi penanggung jawab di bagian kaset.

Taru Tsunoda yang memiliki toko spesial kaset pita di Nakagemuro Tokyo juga merespon kalau situasi bisnis kaset mengalami lonjakan yang sangat besar ketimbang waktu toko itu baru dibuka pada 2015.

"Berubah Drastis," ungkap pemilik Waltz

Menurut surbei tahun 2022 oleh Asosiasi Industri Rekaman Jepang, Youtube mendominasi dengan 60 persen pendengaran musik. Ditengah era musik digital, Tsunodad bilang, "Kaset itu sesuatu yang bisa lo pegang dan punya rasa ketertarikan. Buat generasi muda, kaset itu sesuatu yang baru, dan buat yang dulu udah pernah pake, mereka jadi kangen masa-masa awal dengerin musik."

Seiring kembalinya kaset pita, brand sekelas Toshibay Lifestyle juga merilis ulang model pemutar kaset portable "Wakly" yang sempat tren di tahun 1980.

Sementara itu, Side-B Creations distrik Shibuya Tokyo malah jadi produsen dan penjual kaset pita dan pemutar kaset. Sekarang mereka bilang bahwa penjualan pemutar kaset meningkat 10 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2017.

"Buat konsumen, kaset pita itu punya fisik yang bisa mereka pegang dan hargai. Selain itu, kualitas suara dan teksturnya yang unik," kata Takamasa Endo, presiden Side-B Creations.

Reporter : Patrick Cahyo Lumintu

Editor : Alim

Berita Terbaru