Sutradara Wimar Herdanto (dua kiri) menjelaskan pesan film berjudul Susu Macan, saat Forum Festival x Boomcraft Production di Cak Durasim, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/02/2024). INPhoto/Patrik Cahyo Lumintu

SURABAYA, iNFONews.ID - Forum Festcil (Festival Kecil) x Boomcraft Production yang telah terselenggara ke lima kalinya berlangsung di Cak Durasim, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/02/2024).

Forum Festcil x Boomcraft Production tersebut diikuti dari berbagai komunitas film diseluruh Indonesia. Di antaranya Surabaya, Malang, Jember, Batu, Yogyakarta, bahkan Jakarta.

Dalam Forum Festcil, kembali berusaha untuk membangkitkan dan menyapa komunitas film, film maker, dan kalangan penyuka film pendek usai pandemi Covid-19.

Ketua Pelaksana Forum Festcil memaparkan bahwa Forum Festcil memiliki tiga sesi dari masing-masing sesi ada empat film dengan tema berbeda.

“Rangkaian empat film ini dirangkum menjadi satu tema, seperti Tekuk Lutut, Legalisasi Obsesi, dan Rawan Rentan itu menggambarkan benang merah dari ke empat film,” kata Eka Wahyu Primadani.

Ia menambahkan kegiatan Forum Festcil memiliki tujuan kepada masyarakat khususnya generasi muda di Jawa Timur.

“Kota Surabaya merupakan wadah temen-temen film, khususnya generasi muda yang memiliki gairah berkesenian di bidang film, namun masih kurangnya ruang-ruang alternatif. Harapannya para aktor bisa show off melalui exhibition ini,” ungkapnya.

Melalui acara ini menjadi wadah dan ajang berkumpulnya film maker, komunitas, Production House, kaum muda, bahkan mahasiswa. Selain itu, hadir juga dalam kru dan aktor-aktor film memeriahkan acara serta membangun jejaring antar aktor yang lebih luas.

Film pendek yang diangkat dalam Forum Festcil memiliki muatan yang optimis dengan nilai lokal. Salah satu Film Sarif karya Sutradara Eka Wahyu yang menyajikan film tentang kesenian ludruk di Surabaya. Penonton terbawa suasana dalam film tersebut sesuai dengan identitas khas kota pahlawan.

Film yang ditampilkan diantaranya Serdadu Apel Emas khas Malangan, Jangka kala, Susu Macan Suroboyoan, Stroke Suroboyoan, Sinema Black Magic, Rabu yang Bahagia, Maido, Ramo Bucco, Payung Dara, Koakikukik, dan Hilter Mati di Surabaya.

Sementara itu, salah satu pengunjung mengatakan karya film pendek produksi anak Surabaya di kalangan gen Z banyak film yang kreatif dan memikat dengan ide-ide yang segar dan penuh daya tarik.

"Cukup menarik, kasus-kasusnya yang terjadi sesuai experience kalangan gen Z. Apalagi plot twist bukan main-main, nggak kalah dengan film barat seperti produksi cinema. Karya sutradara film - film di Surabaya sangat luar biasa dan menarik," terang Jesicca Natalia

Ia berharap film-film pendek semakin dikenal seluruh dunia, terutama di Indonesia. Apalagi Kota Surabaya sudah banyak bermunculan film yang berbobot.

"Harapannya karya film-film bisa disebarluarkan dan agar setiap masterpiece sinematik dapat meraih panggung dunia," pungkasnya.

Reporter : Patrik Cahyo Lumintu

Editor : Alim

Berita Terbaru