Minggu, 01 Feb 2026 00:12 WIB

Konvensi Implementasi Kurikukulum Merdeka

Elyon Christian School menjadi tuan rumah roadshow Konvensi Implementasi Kurikukulum Merdeka (Foto: IN/ist)
Elyon Christian School menjadi tuan rumah roadshow Konvensi Implementasi Kurikukulum Merdeka (Foto: IN/ist)

INFOnews.id | Surabaya -Mengadaptasi dari kurikulum Internasional yang berfokus pada pengembagan kegiatan pembelajaran, Kurikulum merdeka merupakan sebuah framework pembelajaran yang membawa harapan baru bagi anak anak Indonesia tentang pendidikan yang berpusat pada anak.

Dalam implementasinya kedepan, setiap sekolah dapat mengembangkan sendiri framework ini untuk menjadi sebuah materi pembelajaran komperhensif yang sesuai dengan kebutuhan sekolah, serta berdasarkan kemampuan perserta didik.

“Di Sekolah Kristen Elyon sendiri, kami memberikan jalan untuk anak-anak sesuai apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan level pendidikannya berdasarkan minat bakat, yang dibagi ke dalam beberapa jurusan sejak kelas 9 yang kami sebut sebagai program 5 Stream,” ucap Winfrid Prayogi, Executive Director Sekolah Kristen Elyon, (SKE) Senin (6/3/2023).

“Terinspirasi dari semangat yang SKE miliki , kami pun menunjuk Sekolah Kristen Elyon untuk mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah untuk acara roadshow ‘Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia’ atau yang disebut ‘PSSI’, se Jawa-Timur," ujar Direktur General Treasurer PSSI, Shirley Puspiwati.

Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi cabang Surabaya Sidoarjo, Lutfi Isa Anshori serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh ini Diharapkan dapat membangun sinergi antara sekolah SPK, dinas pendidikan di daerah, kemdikbudristek dan pemangku kepentingan lainnya untuk dapat memajukan Pendidikan di Indonesia.

Roadshow 2023 juga bertujuan untuk memperkuat komunitas belajar profesional antar sekolah SPK, memfasilitasi pengimbasan transfer ilmu dan berbagi praktik baik dari SDM terbaik SPK untuk guru-guru sekolah negeri, dan memfasilitasi penajaman pemahaman terhadap IKM & P5 sesuai konteks lokal di Surabaya. (inf/rls/red)

Editor : Tudji Martudji