Menuju UMKM Bondowoso Naik Kelas di Tengah Festival Sholawat Burdah

Nara Sumber di Acara "Dialog Aman Berusaha Menuju UMKM Bondowoso Naik Kelas" (Foto: IN/ist)
Nara Sumber di Acara "Dialog Aman Berusaha Menuju UMKM Bondowoso Naik Kelas" (Foto: IN/ist)

INFOnews.id | Bondowoso - Festival Sholawat Burdah yang berlangsung di Alun-alun Bondowoso sejak 14 September 2022, selalu dihadiri oleh ribuan pengunjung setiap harinya. Tak terkecuali pada Minggu, 18 September 2022.

Festival diramaikan dengan acara Dialog Aman Berusaha Menuju UMKM Bondowoso Naik Kelas. Acara yang dipandu oleh Ketua Perempuan Tani HKTI yang juga Sekretaris MUI Jatim, Ning Lia Istifhama, menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Siti Masyarafatul Manna Wassalwa alias Ning Ulfa, Putri Bupati Bondowoso, Irwan Eka Wijaya (Direktur Pemasaran BPR UMKM Jatim), Moh. Walid (Kepala BPR UMKM Bondowoso), Hadi Susanto (Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bondowoso).

Di kesempatan tersebut, Ning Lia yang juga keponakan Gubernur Khofifah, mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terampil dalam bermitra.

“Terampil disini adalah harus memilih partner yang aman. Partner mendapatkan pinjaman modal usaha, pilih yang aman. Dan partner mendapatkan jaminan keselamatan kerja maupun kematian. Itu kenapa penting sekali pelaku UMKM semakin mengenal manfaat dari pelayanan BPR UMKM dan BPJS Ketenagakerjaan," urai Ning Lia, di obrolan itu.

Dialog interaktif tersebut berlangsung sangat menarik. Terlebih, para pengunjung yang beruntung diberi kesempatan naik ke panggung untuk memberi testimoni usaha mereka, baik soal modal, keselamatan pekerja, daftar BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Mereka yang hadir juga mendapatkan goody bag dari para narasumber. Dalam sesi wawancara, Ning Lia berkomentar bahwa pasar rakyat tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah dan rakyat Bondowoso memiliki kedekatan.

“Dengan hadirnya Ning Ulfa, maka ini menunjukan bahwa pemerintah di Bondowoso ini benar-benar sangat merangkul masyarakat,” ujarnya.

Ning Lia pun berpesan agar para pelaku usaha UMKM memilih Bank sebagai solusi mendapatkan pinjaman modal.

“Jangan sampai pinjam modal malah membuat semakin terjepit dengan denda harian, atau bulanan. Maka, pilih Bank yang tepat. Contohnya BPR UMKM Jatim yang memberikan permodalan usaha dengan bunga hanya 0,25% per bulan. Program super menarik ini sekaligus merupakan subsidi dari Ibu Gubernur Jawa Timur,” ucapnya.

Sementara itu, Irwan Eka Wijaya, Direktur Pemasaran Bank UMKM Jatim, mengatakan, guna memberi daya bangkit perekonomian kerakyatan di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bondowoso, pihaknya siap berkolaborasi dengan Ansor Bondowoso terutama pelaku usaha di Pasar Rakyat Bumi Sholawat Burdah ini.

“Kami hadir agar perekonomian ini bisa bangkit sehingga kami mempermudah para pelaku UMKM untuk mengakses permodalan,” jelasnya.

Irwan menjelaskan, pihaknya (Bank UMKM Jatim) saat ini mendapatkan bantuan subsidi Bunga dari Gubernur Jatim untuk para pelaku UMKM.

“Lah ini suku bunganya lebih murah dari pada KUR, namanya Kredit Prokesra,” ungkapnya.

Menurutnya, kredit Prokesra ini diharapkan oleh Gubernur Jatim agar disalurkan pada para pelaku UMKM sebanyak-banyaknya agar perekonomian di Jawa Timur bisa bangkit lebih cepat.

“Targetnya adalah 140 miliiar dengan subsidi bunga 7,5 miliar, seluruh Jawa Timur,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ning Ulfa mengatakan, pemerintah menyadari bahwa perputaran transaksi para pelaku usaha ini sangat cepat karena bersentuhan dengan kebutuhan primer masyarakat.

“Kami menyadari akan potensi UMKM ini, oleh sebab itu, mari kita tingkatkan kapasitas usaha mikro dan kecil agar dapat naik kelas menjadi usaha menengah. Jika UMKM maju pasti perekonomian di Bondowoso maju,” pungkasnya.

Sedangkan Hadi Dari BPJS Ketenagakerjaan, memberikan pesan menarik:

“Rindu Itu Berat. Namun Lebih Berat Jika Terjadi Kecelakaan Kerja, Maka Biarkan BPJS Ketenagakerjaan Yang Menanggungnya.” (inf/lia/red)

Editor : Tudji Martudji