Artis Dangdut Terkenal Titin Kharisma Jadi Korban Penipuan Arisan

INFOnews.id | Sidoarjo - Puluhan artis dangdut, pengusaha dan ibu-ibu muda berbagai profesi di Sidoarjo dan Surabaya jadi korban penipuan oleh Borek atau bandar arisan. Selain penyanyi dangdut, juga ada pengusaha catering, salon, rias pengantin, pemilik kos kosan dan lainnya pun kelimpungan akibat ulah borek arisan yang culas.

Korban penipuan arisan berkedok investasi itu diduga dilakukan oleh seorang perempuan yang juga dikenal sebagai penyanyi dangdut, mereka menyebut Borek arisan bernama Iis Sugiarti.

"Borek e Konco Dewe (teman sendiri), kan aneh ngene iki (aneh kan ini)," kata Titin, mengawali ceritanya, Kamis (25/8/2022).

Titin Kharisma artis dangdut terkenal asal Gedangan, Sidoarjo yang beken dengan 'Goyang Seksi' termasuk saat tampil bersama OM Bintang Timur itu kemudian membeber perjalanan arisan sampai tragedi menimpa dirinya.

Dikatakan, awalnya arisan yang dia ikuti berjalan baik, saat tiba menerima tarikan, pun nominal rupiah yang di dapat penuh. Nilai arisan yang diikuti sampai Rp 15 juta. Namun, periode berikutnya dia mulai kecewa, lantaran tidak sesuai jadwal. Bahkan, jumlah rupiah yang didapat tidak sesuai hitungan, nilai rupiah yang harus diterima.

Ternyata, tak hanya dia yang dirugikan alias dibodohi oleh Bandar arisan. Uang yang harus diterima pun jumlahnya tidak sesuai, bahkan di cicil.

"Yang kedua baru saya terasa, selain tidak tepat waktu, jumlahnya pun dicicil, misalnya saya hanya di transfer 300 ribu, padahal harusnya lebih dan itu pun tidak lancar," lanjutnya.

Titin pun kesal, dan jika dalam sebulan ke depan, Borek arisan tidak memenuhi kuajibannya, akan dilaporkan sesuai jalur hukum.

“Awalnya saya ikut 6 juta lancar, kemudian saya ikut lagi yang 15 juta. Tapi kemudian macet tidak terbayar saat giliran narik (menerima), hingga hari ini. Kalau saya tanyakan kalimat jawabannya mbulet," tutur Titin Kharisma yang saat ini merambah jadi pebisnis, termasuk properti dan berbagai usaha lainnya yang lumayan moncer.

Tak hanya Titin, puluhan orang ibu-ibu lainnya juga sama. Dan jika ditotal nilainya mencapai hingga ratusan juta rupiah, yang masih nyantol di Borek arisan tersebut. Itu, disebutkan oleh mereka mengacu Grup WA Arisan, yang jumlahnya lebih dari 30 an, nama.

"Padahal, dia ngakunya sudah jadi kaya, motor dan mobilnya baru. Bahkan, pernah posting di IG membeli rumah di daerah Petra Siwalankerto, Surabaya. Eh, njeketek (ternyata) uang arisan ternyata di kemplang," lanjut Diah, seorang ibu pemilik bisnis catering dan rias atau mike up yang hari itu datang ke rumah Titin bersama korban lainnya.

Dia menambahkan, slot arisan yang diikuti ada yang harian, kemudian mingguan dan bulanan. Disebutkan, Borek menerapkan aturan ketat serta nomor nol khusus bagi Borek, artinya Borek yang menerima pertama uang arisan yang terkumpul.

Termasuk seringkali Borek menjual arisan dengan harga murah. Misal ada slot arisan Rp 10 juta dijual Rp 8 juta. Dia pun semakin yakin, yang dulu janjinya amanah, kini tidak terbukti.

Mereka mengatakan Borek itu tidak baik, tidak amanah seperti yang dijanjikan. Banyak akal dan banyak triknya menipu peserta arisan. Perempuan itu menambahkan cerita banyak hal seputar arisan yang diikuti, kemudian dicurangi. Termasuk sering didamprat saat menanyakan haknya.

Mengaku sering dicelatu saat menanyakan hak atau uang arisan yang harus diterima.

"Saya ikut arisan setahun lalu. Tapi aneh, saat mau dapat ternyata di ulor-ulor. Bahkan, kalau didesak, dia bilang saya cerewet, dan diancam tidak akan ditransfer. Saya juga pernah dikata-katain, kalau sering marah atau ngomel darah tinggi saya bisa kambuh dan sakit," ucap Diah.

Masih kata Diah, dikatakan juragan arisan yang punya nama Iis Sanjaya dan dikenal berjuluk penyanyi Geboi itu banyak memiliki salon di Surabaya dan Sidoarjo. Dan tinggal di kawasan Siwalankerto.

"Katanya kaya punya banyak salon, tapi kok tega ngempang duit arisan, teman sendiri lagi," terang Dia, yang mengaku kenal dengan Borek arisan itu dari temannya, sesama pebisnis.

Beda lagi dengan Ayu Kirana, perempuan berhijab ini mengaku jadi korban ulah arisan Borek Nakal itu, juga kaget. Bahkan, nilainya sangat tinggi, hingga Rp 60 juta. Dia juga menyebut ikut yang program 'jual beli' arisan yang nilai rupiahnya besar.

"Saya, nilainya hingga 60 juta, dan baru di transfer 500 ribu. Banyak yang belum, jadi saya kaget, kok begini," kata Ayu.

Dia baru menyadari, korban lainnya pun bermunculan. Meski mengaku sudah menyampaikan persoalan itu ke suaminya. Untuk sementara mengaku sabar, sambil mengikuti teman lainnya, untuk melangkah ke jalur hukum, termasuk berembuk untuk lapor ke polisi dan menghubungi pengacara.

"Iya sih, saya cerita ke suami saya soal ini (dikemplang Borek arisan). Ternyata banyak yang belum menerima, bukan hanya saya," ucapnya.

Dia mengaku tidak tahu pasti rumahnya. Hanya mendengar, Borek arisan, ada yang menyebut tinggal di Jemur Ngawinan, Surabaya, dan dikenal sebagai penyanyi dangdut Duo Naga. Saat dikenalkan temannya Borek itu, juga meyakinkan dia Borek pengalaman dan amanah. Terakhir, saat di WA Borek mengaku akan beritikat mencicil arisan bulanan, yang macet, namun sampai sekarang hanya pernah transfer 500 ribu.

“Waktu saya tagih hak arisan saya yang macet, dia (Borek) bilang siap di cicil, tapi sampai sekarang belum ada kabar," sambungnya.

Mereka mengaku hampir habis kesabaran lantaran ingkar, juga semena-mena, saat menagih uang arisan.

"Nagih uang arisan maksa dan keras, e saat peserta tiba akan dapat, dia tidak bayar tepat waktu. Arisan saya macet bulan Juni 2022. Dan, teman-teman menyarankan agar saya tidak usah membayar lagi karena dia tidak ada itikat baik, saat kita narik (waktunya menerima),” ucapnya.

Kembali ke Titin, dia menegaskan sikap semena-mena Borek arisan dengan cara menghanguskan uang arisan jika peserta arisan telat membayar (uang arisan), juga tidak mencerminkan janjinya, yang mengaku dan pernah mengatakan sebagai Borek arisan berpengalaman dan amanah.

"Jadi, yang pernah disampaikan termasuk mengaku amanah, ternyata tidak terbukti," ucapnya, sambil menyebut uang arisan selalu dikirim atau transfer ke rekening Borek arisan, Bank BCA.

Mereka, korban arisan nakal ini mengaku akan melakukan cara tegas, jika uang arisan tidak diberikan kepada peserta yang berhak menerima. (inf/tji/red)

Editor : Tudji Martudji