Selasa, 17 Feb 2026 08:04 WIB

Sukses, FGD PC GP Ansor Bondowoso Bahas Pemulihan Ekonomi Nasional

Lembaga Keuangan Mikro Syariah Ansor gelar FGD, tema ‘Peran Pemuda dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional’ (Foto: IN/Ansor)
Lembaga Keuangan Mikro Syariah Ansor gelar FGD, tema ‘Peran Pemuda dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional’ (Foto: IN/Ansor)

INFOnews.id | Bondowoso - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Bondowoso melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah Ansor melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), tema ‘Peran Pemuda dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional’ di Pendopo Bupati Bondowoso. Senin, (18/7/2022).

Kegiatan tersebut digagas oleh Syaiful Bahri sebagai ketua lembaga, dengan menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya DR. Lia Istifhama, DR. Fathorrazi, MSI. Sedangkan Bupati Salwa Arifin diwakili oleh jajaran Forkopimda, yaitu Sekdis Diskoperindag H. Syaifuddin Zuhri, MSI., dan Sekdis Kominfo Subhan.

Menurut Kapriyanto Ketua PC GP Ansor Bondowoso, tujuan agenda FGD untuk menyamakan persepsi dan isu perekonomian di dalam forum, sehingga melahirkan kesepakatan yang kemudian disampaikan kepada pemerintah sebagai acuan kedepan.

“Melalui kegiatan FGD ini kita akan mendapatkan data spesifik dari hasil forum, yang nantinya akan kita jadikan rekomendasi PC GP Ansor kepada Bupati Bondowoso.”

“Pertama, masih banyak pemuda pelaku UMKM di Bondowoso yang sudah bergerak, namun belum ada dukungan yang maksimal dari pemerintah; Kedua, pemetaan potensi pemuda dalam bidang usaha, sehingga mereka akan terus berinovasi; Ketiga, PC GP Ansor Bondowoso berkomitmen mengajak kalangan pemuda untuk mengelola sumber daya alam di Bondowoso, sehingga mampu membantu pendapatan asli daerah (PAD),” jelasnya.

FGD yang dihadiri oleh perwakilan kader Ansor dari tiap kecamatan kabupaten Bondowoso yang sekaligus pelaku usaha tersebut, berjalan sukses dan memancing antusiasme peserta.

Para narasumber pun terlihat piawai menghidupkan suasana. KH. Fathurrozi misalnya, di sela materi, menyampaikan pesan: ‘Jadilah Pemuda Harapan Mertua’, yang kemudian disambut gemuruh peserta.

Tak kalah dengannya, aktivis perempuan asal Surabaya, Ning Lia, berceletuk: “Jangan jadi pemuda yang PHP (Pemberi Harapan Palsu), melainkan jadilah PHM (Pemuda Harapan Mertua). Seperti biasa, Dosen yang juga Sekretaris MUI Jatim tersebut, juga menjelaskan beberapa motivasi.

“Dengan prinsip Syubbanul Yaum Rijalul Ghod bahwa Generasi Muda Adalah Pemimpin Hari Esok, maka marilah kita terus menguatkan potensi sebagai calon pemimpin. Kita perkuat peran di tengah masyarakat sekalipun kita bukan pemangku jabatan."

"Kita harus memiliki optimisme dan strategi untuk turut dalam proses membangun kemaslahatan dan kebaikan, terutama dengan menjadi pemuda yang melawan kemiskinan kultural. Kemiskinan kutural adalah, sikap atau budaya yang membuat seseorang merasa miskin sehingga malas, mudah menyerah pada nasib, dan kurang memiliki etos kerja.”

Tak lupa, ning Lia juga menyampaikan apresiasi pada Pemkab Bondowoso yang menjalankan strategi dalam menyelamatkan potensi lokal.

“Upaya yang dilakukan Bondowoso dengan membuat MoU dengan beberapa pihak agar mengutamakan penjualan beras dari Bondowoso sendiri, adalah strategi entry barrier, yaitu strategi atau peluang untuk menghambat datangnya competitor. Ini tidak salah, melainkan tepat jika dilakukan untuk menumbuhkan swasembada pangan dari produk lokal.”

Di akhir, Ning Lia menyebut pantun: ‘Makan tape bersama kopi hitam pekat, bersama pemuda anshor, bondowoso semakin melesat,’ yang disambut tepuk tangan para peserta.

Sedangkan Ketua PC GP Anshor Bondowoso, Kapriyanto, menjelaskan beberapa hasil forum FGD, antara lain:

1). Pendataan UMKM milik kader ansor;

2). Pemanfaatan website pemkab untuk memperkenalkan UMKM Bondowoso;

3). Memprofile UMKM di Bondowoso untuk diupload pada website resmi Pemkab Bondowoso;

4). Pemkab memfasilitasi sarana dan prasarana sebagai tempat para pemuda untuk menuangkan ide, kreativitas dan karyanya; dan

5). Pemkab melaksanakan pengembangan dan pembinaan digital marketing kepada pelaku UMKM.

“Potensi yang kita miliki perlu diperkenalkan secara luas, sehingga mendapatkan pasar yang lebih luas baik potensi kopi, olahan tape, tembakau, jamur dan lain-lain," tutup Kapriyanto. (inf/Lia/red)

Editor : Tudji Martudji