Selasa, 17 Feb 2026 04:32 WIB

Klambi Koboi'an Meriahkan Reuni Arsempat Delima

Ala Koboi, reuni Arsempat Delima di gelar di Rustic Market, Jl Golf Gunungsari, Surabaya (Foto: IN/ist)
Ala Koboi, reuni Arsempat Delima di gelar di Rustic Market, Jl Golf Gunungsari, Surabaya (Foto: IN/ist)

INFOnews.id | Surabaya - Semarak menyeruak saat para 'Koboi' lelaki dan perempuan tumplek blek. Mereka bertemu melepas rindu, kangen-kangenan dan berbagi cerita, yang sebelumnya hanya dilakukan online, lantaran pandemi Covid-19.

Mereka adalah alumni SMPN 4 Surabaya Angkatan 85 (Arsempat Delima), rata-rata di usia 50 tahun. Suasana gembira tak bisa disembunyikan di acara yang digelar di Rustic Market Jalan Golf, Gunungsari, Dukuh Pakis Surabaya, Minggu (26/6/2022).

Kostum Koboi dan syal terikat di leher, diartikan Covid-19 yang melandai dan diharapkan kondisi ini semakin membaik. Tema Koboi tak hanya indah diabadikan ber-swafoto, tapi juga mengundang perhatian pengunjung lainnya.

"Ini hanya ide, maksud dan tujuannya untuk bersilaturahmi, dan salin berbagi,” kata Ketua Panitia Reuni, Janafi Nurrochim.

Ide itu diperoleh secara mendadak dan menarik untuk menambah kemeriahan pertemuan dengan teman-temannya sesama SMP. Mereka mengaku selalu berkomunikasi melalui grup media sosial. Namun, saat ada kesempatan tatap muka harus dilakukan.

"Melalui grup media sosial kami intens bersilaturahmi. Tentu kami tidak bosan, karena di tiap acara tidak semua alumnus bisa hadir, mungkin ada yang bisa hadir tapi tahun depan. Jadi tiap reuni selalu ada yang baru," katanya.

Sekretaris, Urin Handayani menambahkan, reuni Arsempat Delima tak sekadar untuk bersenang-senang, tetapi juga menjadi ajang kegiatan sosial. Lewat persahabatan yang dijaga erat, alumnus bisa membantu alumni yang menghadapi musibah, maupun sedang sakit.

"Kami menjaga ukhuwah, tetap bersambung dan bahu-membahu saling membantu. Misalnya kalau ada yang sakit, kami mengumpulkan dana. Kami memang senang-senang, tapi juga harus ada saatnya membantu yang sedang kesulitan," kata Urin.

Selain membantu sesama alumnus, mereka juga berbagi ke sekolah. Harapannya, ukhuwah ini terjaga dan kegiatan sosial terus berjalan.

Ditambahkan, kostum Koboi dimaksudkan selain untuk seru seruan. Juga analogi yang ingin disampaikan yakni, dari yang pakai masker di jaman pandemi, kini menurunkan penutup mulut dan hidung ke leher jadi slayer.

"Sekarang, dipasang di leher, ala koboi, hehehe. Tapi tentu saja kita tetap menjaga dan mengedepankan prokes," ucapnya.

Setiap tahun, Arsempat Delima menggelar acara serupa dengan tema berbeda. Tak hanya sekedar bersenang-senang, makan makan, tetapi juga untuk terus menjalin silaturahmi antar alumni. Saat Idul Fitri misalnya, reuni juga dikemas dengan acara Halal bi Halal.

"Arsempat Delima, kepanjangan dari 'Alumni SMP Negeri 4 Angkatan '85, yang kali ini sebanyak 60 orang, kita kompak berkostum ala Koboi," lanjut Erna Triwisunari, yang di acara itu dipercaya sebagai bendahara reuni.

Usia memang tak lagi muda, namun harus tetap happy dan rukun. Tak sekedar ajang berkumpul, para alumni ingin mewujudkan tekad, saling berbagi untuk meringankan beban sesama.

"Acara ini selain dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan, dan usia kita yang tak lagi muda, tetapi yang terpenting adalah Happy. Dan, ini diadakan karena sebelumnya kita sempat vakum 2 tahun (karena pandemi). Kita semua kangen dan rindu untuk berkumpul. Kita juga selalu bersyukur di usia yang rata-rata di atas 50 tahun masih diberikan kesehatan," ucap Erna, sambil berharap walau usia makin tua, persahabatan Arsempat Delima tetap solid.

"Tambah lama kami bertambah usia, semakin tua, tapi kami tidak boleh putus persahabatannya. Harus selalu silaturahmi yang berkelanjutan. Justru, semakin tua, harus semakin solid," pungkasnya. (inf/rls/tji)

Editor : Tudji Martudji