Sabtu, 31 Jan 2026 02:55 WIB

Polemik dan Dualisme di Tubuh Pemuda Panca Marga Jatim

Ketegangan terjadi di Kepengurusan PPM Jatim (Foto: IN/ist)
Ketegangan terjadi di Kepengurusan PPM Jatim (Foto: IN/ist)

INFOnews.id | Surabaya - Polemik dan dualisme di tubuh Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Timur, belum terurai. Itu terlihat di dalam aula saat meeting Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Markas Daerah Propinsi Jawa Timur di Jalan Mayjend Sungkono 106 Surabaya, Selasa (25/1/2022).

Polemik itu, lantaran ada PPM versi Menkumham sebagai Ormas Kepemudaan Putra Putri Veteran yang awalnya di bentuk dan dilahirkan oleh LVRI sebagai veteran perintis. Namun pada tahun 1987 mereka memisahkan diri dari LVRI di karenakan adanya UU Ormas. 

Versi lain, pada tahun 2019 ada sebuah perubahan yang di lakukan oleh LVRI. Mereka melakukan Munaslub versi LVRI dan pada akhirnya LVRI menunjuk Berto sebagai Ketua Umum PPM.

Pasca terjadinya pembentukan pengurus baru yang di lakukan oleh LVRI akhirnya berbuntut panjang dan berdampak hingga ke jajaran kepengurusan daerah. Ada yang menyebut, seperti bom waktu, yang selama kurang lebih dua tahun didiamkan dan akhirnya meledak dengan dahsyat.

"Iya, itu (polemik dualisme) seperti bom waktu," ucap seorang anggota.

Menurut Endang dan seluruh kabinetnya, dengan terpilihnya Daniel Emor versi DPP PPM versi LVRI justru telah mencederai UU Ormas dan Marwah dari PPM sebagai anak pejuang. 

Mereka menilai, dalam menjalankan organisasi Daniel telah banyak melakukan kesalahan dan tidak mencerminkan sama sekali sebagai anak pejuang yang seharusnya menjunjung tinggi harga diri bangsa dan negara melalui prestasi yang membanggakan.

"Bukannya malah bikin malu," ucap salah seorang dari mereka.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Ketua LVRI Brigjend Purn Ismadi MBA dan dihadiri pengurus Ketua Mada PPM Jatim Dra, Ec, Hj Endang Sulastuti, MIP, Fajar Ketua PPM Batalyon 1330 Surabaya dan seluruh Kabinet PPM Mada Jatim versi Menkumham menghendaki PPM di Jawa Timur dapat kembali utuh dan menyatu sesuai marwah pada pertama kali didirikan. 

Namun, Ketua LVRI Jatim Brigjen Pur Ismadi MBA tetap pada pendiriannya bahwa semua keputusan tetap pada DPP LVRI Pusat. Namun kehendaknya menginginkan adanya kerukunan bagaimanapun caranya agar kedua kubu bisa bersatu kembali. 

Dalam seruannya, Ismadi berencana akan mengajak kedua kubu bertemu kembali setelah pertemuan kali ini.

"Dari hasil pertemuan ini saya meminta untuk mempertemukan dua kubu dalam waktu dekat," ujar Ketua LVRI Brigjend Purn Ismadi.

Brigjend Purn Ismadi menambahkan, untuk pemilihan ulang di Jawa Timur belum ada, dan itu kalau melakukan pemilihan dalam waktu dekat akan ada benturan dengan atas.

"Saya tidak mau ada benturan lagi, saya ingin membina agar di Jawa Timur PPM nya bisa bekerja. Apapun keputusan dari atas itu kita bisa terima secara hukum. Apapun keputusannya kita belum tahu," ucapnya.

"Memang sesuai AD/ART, PPM ini bukan anak organisasi dari LVRI, dan PPM ini Non Struktural. Harapan saya bisa bersatu khususnya di Jawa Timur," tegasnya.

Ketua Mada PPM Jatim Dra, Ec, Hj Endang Sulastuti, MIP, mengatakan pihaknya datang sebagai anak ke ayah nya dan diterima oleh Brigjen Pur Ismadi selaku Ketua LVRI Jatim.

Akan dibicarakan lebih lanjut, ya muda-mudahan ada jalan keluar untuk niat baik kami, tetapi akan menjadi berat bila melihat penjelasan ketua LVRI tetap mengacu pada keputusan DPP LVRI pusat, artinya wilayah Jatim belum berani mengambil sikap akan persoalan ini.

"Sedangkan kita yang sudah 41 tahun tetap dilahirkan oleh LVRI karena ada undang-undang ormas saat itu, kita harus berpisah lepas dari anak PPM yang artinya bukan lagi menjadi anak dari organisasi.

Karena itu, sesuai UU No 5 tahun 1985 dan itu PPM bersama LVRI waktu itu dan kita ikuti undang undang. Kedudukan UU kan sudah jelas posisinya. Apakah kita tidak mematuhi hal tersebut, tentu saja kita lakukan sesuai peraturan dan perundang undangan yang di berlakukan oleh negara, bukan seenaknya sendiri apalagi membawa nama Vetaran pejuang tentu kita harus memberi contoh kepada generasi untuk mematuhi UU yang di berikan oleh negara," Imbuh Endang.

"Kami ini tadi menawarkan kepada ketua LVRI Jawa Timur jangan berkiblat pada posisi pusat karena kepengurusan dualisme kepemimpinan belum selesai, ada yang dibentuk oleh LVRI sendiri ada yang dibentuk berdasarkan undang-undang," urai Fajar.

"Mari kita sama-sama melepas tidak merucut pada pusat mari kita reshuffle Jawa Timur. Kita ini sama-sama keluarga pejuang, kita semua memiliki semangat juang yang sama dan kami ingin membangun ke arah yang lebih baik,” tandas Fajar.

Usai pertemuan para pengurus bersama Ketua LVRI rombongan kemudian meninjau ruangan yang dulu pernah di bantunya dari awal. Mereka hanya ingin menginventarisir barang barang miliknya. 

Saat mereka sampai di lantai 2 sangat terkejut bahwa pemandangan yang di lihatnya susah tidak karu-karuan. Berbagai foto para Ketua PPM sejak awal berdiri dihilangkan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Sejarah yang menunjukan kebesaran sebuah organisasi milik anak pejuang kini runtuh tanpa bekas. Melihat itu, para pengurus PPM Mada Jatim versi Menkumham marah besar. Sempat terjadi keributan di ruang atas Gedung LVRI.

Setelah mengetahui ruang yang dulu tertata rapi kini dengan kepemimpinan Y. Daniel Emor adanya foto-foto tokoh yang lahir dari keluarga pejuang seperti  H. Lulung, Tommy Suharto, Zainal, Sukoco, dan pengurus Ketua Mada PPM Jatim Endang , dokumen, komputer, lambang PPM berubah dan terbengkalai. (inf/rls/red)

Editor : Tudji Martudji