Minggu, 01 Feb 2026 20:35 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau DAM Terputus di Lumajang

Gubernur Khofifah didampingi Bupati Lumajang Thoriqul Haq melihat kondisi DAM pasca diterjang erupsi Gunung Semeru (Foto: IN/ist)
Gubernur Khofifah didampingi Bupati Lumajang Thoriqul Haq melihat kondisi DAM pasca diterjang erupsi Gunung Semeru (Foto: IN/ist)

INFOnews.id | Lumajang - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melihat dari dekat, daerah aliran sungai (DAS) dan jembatan DAM yang terdampak banjir lahan dingin akibat erupsi Gunung Semeru di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang putus, Rabu (5/1/2022).

Didampingi Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Gubernur Khofifah meninjau jembatan yang menjadi akses penghubung tersebut. Dan, membahas upaya apa yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses rekonstruksi.

Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Jatim, Kondisi banjir dilaporkan sudah surut pada Minggu, 2 Januari 2022 pukul 19.30 WIB. Sehari setelahnya, 2 orang warga bernama Buang dan Suara yang terjebak di aliran Sungai Regoyo telah berhasil dievakuasi dengan selamat pada pukul 01.50 WIB.

Khofifah mengatakan, pihaknya akan berusaha maksimal mengkordinasikan dengan Kementerian PUPR mengingat ini di daerah otoritas BBWS Brantas yang merupakan kewenangan mereka.

Di sela itu, juga diserahkan santunan atau tali asih kepada para keluarga atau ahli waris korban yang meninggal dunia. Santunan ahli waris korban APG Semeru diberikan kepada 18 orang penerima masing-masing Rp 10 juta. Total santunan yang diberikan Gubernur Khofifah mencapai Rp 180 juta. 

Kepada para ahli waris korban Gubernur Khofifah menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang dialami. Dan, juga mendoakan agar seluruh korban jiwa dari APG Semeru amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT.

"Tentu kita semua kembali ikut berduka, berbelasungkawa bahwa dalam musibah Awan Panas Gunung Semeru tanggal 4 Desember yang lalu ada saudara-saudara kita yang dipanggil ke haribaan Allah subhanahuwata'ala," ucap Gubernur Khofifah. 

Khofifah juga memberikan dukungan moril kepada para ahli waris agar sabar, tabah dan ikhlas menerima cobaan termasuk kehilangan suami, istri, atau sanak saudara lainnya.

Ia mengatakan bahwa keikhlasan dibutuhkan agar mereka bisa segera pulih dari kondisi duka cita dan dapat kembali menata kehidupan mereka.

"Mudah-mudahan semuanya dipanggil dalam keadaan khusnul khotimah keluarganya diberikan keikhlasan kesabaran dan kekuatan. Kita semua tentu merasa kehilangan," ucapnya.

Gubernur Khofifah juga menuturkan bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah, Tuhan yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya untuk dapat ikhlas melepas ketika Allah Sang Pencipta mengambilnya kembali.

Gubernur Khofifah juga berbagi kisahnya saat ia harus ikhlas melepas suami yang telah menemaninya selama 22 tahun.

"Kita semua tentu merasa kehilangan, saat suami saya wafat, semula saya merasa suami saya itu milik saya, ternyata saya salah. Suami saya adalah milik Allah saya hanya ke titipan 22 tahun," tuturnya.

"Karena kita bukan hanya tidak tahu siapa jodoh kita, tapi kita juga tidak tahu berapa lama Allah memberi kesempatan kita bersama suami atau istri kita masing-masing, dengan begitu maka insyaAllah pelan-pelan kita akan ikhlas menerimanya," imbuhnya.

Juga disampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemerintah dan Forkopimda Kabupaten Lumajang yang telah berupaya keras memberikan yang terbaik bagi masyarakat Lumajang yang terdampak APG Semeru.

"Saya menyampaikan terima kasih atas kerja profesional, kerja dari seluruh tim di Pemkab Lumajang, Pak Bupati dengan rencananya sangat bagus terukur Pak Dandim juga Pak Kapolres, demikian juga seluruh tim,"pungkasnya. (inf/rls/red)

Editor : Tudji Martudji