Gubernur Khofifah Apresiasi Expo dan Expose ICT di SMKN Singosari

Gubernur Jatim Khofifah membuka Expo dan Expose ICT SMK 2021, di SMK Negeri 1 Singosari, Malang (Foto: IN/tudji)

INFOnews.id | Malang - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi atas digelarnya Expo dan Expose ICT SMK 2021, di SMK Negeri 1 Singosari, Malang, Sabtu (23/10/2021).

Stand terjejer, menyuguhkan berbagai hasil kreatifitas dan inovasi para pelajar SMK di Jatim. Setidaknya ada 62 stand bentuk inovasi karya dan inovasi dipamerkan. Harapannya, bisa menjadi pendorong dan penguatan lulusan SMK untuk siap bersaing di dunia industri, usaha dan dunia kerja.

"Melalui inovasi yang berbasis Teknologi Informasi (TI) ini, siswa siswi SMK dari Jawa Timur nantinya, bisa menjadi pioner wirausahawan muda di era society 5.0," kata Gubernur Khofifah.

Disebutkan oleh Gubernur Khofifah, di era nantinya dimana pekerjaan dan aktivitas manusia akan difokuskan pada Human-Centered yang berbasis pada teknologi, sehingga membuka banyak peluang bisnis baru. Stand pameran itu, menampilkan berbagai inovasi para pelajar yang didapat di bangku sekolah.

"Inovasi ini sangat luar biasa, mengingat selama hampir satu setengah tahun ini, mereka terpaksa mendapatkan materi pembelajaran melalui daring, karena pandemi," ujarnya.

Lantaran kedisiplinan, hasilnya, lanjut Gubernur Khofifah bisa dilihat di pameran ini, ada Augmented Reality (AR). "Menurut saya, ini keren sekali. Kita bisa melihat ada artificial intelligence (kecerdasan buatan), dan inovasi lainnya," puji Gubernur perempuan pertama di Jatim itu. 

Gubernur Khofifah berkesempatan melihat berbagai inovasi para pelajar. Di antaranya ada smart garden dan smart home. Disebutkan, pihaknya pernah melihat banyak inovasi seperti itu di sejumlah negara, dan saat ini diterapkan para siswa siswi SMK di Jatim.

"Sekarang, di Jawa Timur, sudah bisa diinisiasi oleh anak-anak SMK. Jadi berikutnya adalah koneksitas dengan Dudika, koneksitas dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja," ujarnya.

Jika sudah terkoneksi, Gubernur Khofifah meyakini inovasi itu akan lebih cepat berkembang. Dan, dimungkinkan hasil karya mereka akan memiliki kesempatan untuk diproduksi lebih massal.

"Kalau diproduksi lebih massal, maka InsyaAllah lebih banyak lagi yang memanfaatkan dan harganya akan lebih murah," tegasnya.

Gubernur Khofifah, juga melontarkan bahwa perlunya ada sinkronisasi data di BPS. Disebut, di data tersebut banyak lulusan SMK yang tercatat sebagai pengangguran. Namun, sejatinya tidak sedikit yang punya keahlian, dan berpenghasilan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi menjelaskan, Expo dan Expose ICT SMK Jatim Tahun 2021, diharapkan mampu mendorong penguatan dukungan masyarakat dunia industri, dunia usaha, dunia kerja, terhadap pendidikan vokasi.

"Khususnya pengembangan di SMK yang mendukung program Pemerintah Jawa Timur dalam pengembangan sains dan teknologi yang berbasis IT," kata Wahid.

Menurutnya, kegiatan itu adalah pameran produk unggulan dan inovasi SMK yang berbasis IT. "Pameran ini dari berbagai kompetensi siswa. Dan, kami memang selalu melaksanakan koordinasi dengan perguruan tinggi. Karena saat ini sudah ada pergeseran-pergeseran alumni alumni SMK ada peningkatan yang besar masuk ke perguruan tinggi khususnya vokasi," jelasnya.

Di antara stand pameran itu, ada inovasi smart home. Inovasi lampu menyala otomatis ketika mendeteksi keberadaan orang. Mesin sablon otomatis, dan rambu lalu lintas, yang bisa diatur dari sentral induk di lokasi berjauhan, serta sajian kreatifitas lainnya. (inf/tji/red)

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait