Curhat Soal Bansos Covid-19 dan Satgas Pengawasan

Rumah Dedat dan kedua adiknya (Foto: ist)

INFONews.id | Surabaya - Tiga bersaudara, Wahyu Azis, Ahimsa dan Akfah ini tak bisa senyum layaknya warga yang hidup di Negeri Merdeka. Apalagi diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di musim pandemi Covid-19 ini. Dia yang masih bisa kerja, mengaku masih bisa menghibur diri, sambil mengatakan meski sedikit masih bisa cari duit. Berbeda dengan kedua adiknya masih butuh biaya. Itu yang membuat dirinya kelimpungan, 'besar pasak daripada tiang'.

Tiga bersaudara yang dua tahun silam ibunya meninggal itu, harus putar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di dapur rumahnya, Babadan Rukun 5 No 15, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya. Sementara, bapaknya di rantau dan dipastikan tidak bisa pulang ke rumah itu, membuat beban hidup harus dipikul sendiri.

Dia mengatakan, juga tidak paham kategori apa yang membuat dia dan kedua adiknya tidak mendapat bantuan sosial (Bansos), yang didengungkan dan merupakan kucuran dana dari pemerintah untuk masyarakat yang berhak menerima  alias membutuhkan. 

"Ndak tahu, apa kriterianya. Saya dan dua adik saya yang setiap hari kekurangan, ndak tersentuh bantuan itu (Bansos). Termasuk saat ada musibah nasional Covid-19 ini," tulis Dedat, melalui nomor Whattshap (WA) di handphonenya, Sabtu (9/4).

Remaja yang aktif di perkumpulan pemuda masjid itu pun hanya bisa menggerutu. Sambil bergumam model penyaluran dan pengawasan Bansos perlu dicermati, bila perlu ada Satgas Pengawasan (penyaluran Bansos).

"Masak yang tergolong mampu atau kaya, malah mereka dapat (Bansos), aduh gimana ini. Kasihan, orang yang miskin dan berhak menerima, malah tidak dapat," sambung tulisannya yang juga melalui WA. (*)

 

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait