Penanganan Covid-19 di Jatim, semua pihak diminta bersinergi (Foto: ist)

Infonews.id | Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, penanganan penyebaran Covid-19, di Jatim dalam penyebarannya terbanyak masih di Surabaya Raya, yakni, 244 kasus di Surabaya, 46 di Sidoarjo, 25 di Lamongan, dan 18 kasus di Gresik.

Se-Jatim, pasien positif ada tambahan 25 orang, dari 474 menjadi 499 orang. "Dari total 499 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 367 orang di antaranya dirawat," kata Gubernur Khofifah, Rabu (15/4/2020), malam.

25 pasien tambahan itu, 16 orang dari Surabaya, 7 orang dari Kabupaten Probolinggo, dan satu orang masing-masing di Kabupaten Tulungagung dan Sidoarjo.

Terkait kondisi itu, Khofifah menghimbau masyarakat di wilayah Surabaya Raya khususnya, dan Jatim untuk meningkatkan kewaspadaan berlapis.

"Kami mohon, kita semua untuk meningkatkan antisipasi, tetap di rumah, dan selalu menggunakan masker jika keluar rumah. Cara yang paling ampuh memutus mata rantai Covid-19 ini adalah tetap berada di rumah," pintanya.

Terdata, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tercatat ada 1.621 orang, sebanyak 977 orang diantaranya masih diawasi. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 15.328 orang, dan yang masih dipantau ada 7.855 orang.

Ada penambahan yakni satu pasien meninggal dunia, sampai malam tadi angkanya menjadi 46 orang atau 9,22 persen. Selain ada tambahan 25 pasien positif, juga ada penambahan 5 pasien sembuh, jadi menjadi 86 orang.

"Alhamdulillah ada lima pasien sembuh, dua di Lamongan, satu di Lumajang, satu lagi di Situbondo dan di Surabaya," terangnya.

Sementara, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat memaparkan peta sebaran Covid-19, disebutkan asal mulanya ditemukan di wilayah Surabaya Utara, kemudian menyebar. Pihaknya mengingatkan agar masyarakat mendukung langkah yang dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19, termasuk yang dilakukan Polri dan TNI, diantaranya dengan pembatasan wilayah.

"Masyarakat juga memahami terhadap langkah yang kita lakukan, untuk melakukan sosial Distancing," katanya. 

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi juga menambahkan, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dengan semua lapisan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19. "Mulai dari atas, hingga ke tingkat RT kita harus bergerak bersama melakukan ini," katanya.(*)

Editor : Martudji Utomo

Berita Terbaru