Minggu, 30 Agu 2026 00:52 WIB

Musda VII Partai Demokrat Jatim Resmi Dibuka, AHY Tekankan Jangan Pragmatis

Musda ke VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur resmi dibuka, secara virtual teleconference oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Musda ke VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur resmi dibuka, secara virtual teleconference oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

SURABAYA, INFONews.ID – Musyawarah Daerah (Musda) ke VII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur resmi dibuka di Hotel Novotel Samator Surabaya, Sabtu (29/8/2026). Acara yang berlangsung 28–30 Agustus 2026 itu dibuka secara virtual melalui teleconference oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Mengusung tema “Melalui Musdalub Partai Demokrat Provinsi Jawa Timur dilakukan Konsolidasi Demokrat, Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”, agenda lima tahunan ini dimanfaatkan AHY untuk menggembleng dan membakar semangat konsolidasi seluruh elemen kader Demokrat di Jawa Timur.

Dalam arahannya, AHY menekankan pentingnya evaluasi diri secara berkala agar partai mampu memperluas dampak positif di tengah masyarakat. Ia meminta tagline Musda “Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, dan Rebut Kemenangan” diresapi sebagai landasan gerak partai.

“Demokrat harus terus berbenah. Demokrat harus terus memiliki peran yang lebih baik di tengah-tengah masyarakat kita,” ujar AHY.

Mantan perwira militer itu mengibaratkan soliditas internal sebagai pilar utama penguat partai. Ia mendorong Demokrat tampil sebagai wadah terbuka yang mampu merangkul dan menyatukan seluruh potensi anggotanya.

“Kita harus kompak, solid, dan memastikan agar Demokrat benar-benar bisa menjadi rumah besar untuk semua, yang merangkul semua,” tuturnya.

AHY menggarisbawahi pentingnya pengembangan kapasitas kader melalui program kaderisasi dan pembekalan berkala. Langkah ini dianggap krusial untuk memenangkan persaingan politik yang semakin ketat.

“Human capital adalah aset terpenting. Jangan pernah merasa sudah hebat, sudah segala-galanya, karena kita harus terus belajar dan memperbaiki diri,” tandasnya.

Secara khusus, AHY mewanti-wanti para pengurus dan kader agar tidak bersikap pragmatis yang hanya menyapa warga menjelang kontestasi pemilu.

“Jangan datang hanya pada saat pemilu. Datanglah, hadirlah di tengah-tengah masyarakat setiap saat,” pesannya.

Melalui pembenahan struktur yang solid, putra sulung Presiden ke-6 RI itu menargetkan peningkatan raihan suara dan penambahan perolehan kursi legislatif bagi Demokrat Jawa Timur pada periode mendatang. Ia berharap Jawa Timur sebagai lumbung suara historis kembali dipulihkan demi memperkuat posisi politik partai di tingkat regional maupun nasional.

“Insyaallah mudah-mudahan Jawa Timur yang sejatinya adalah rumahnya Partai Demokrat kembali semakin biru, semakin banyak kader utama kita yang mendapatkan amanah dan juga kepercayaan dari rakyat,” harap AHY.

AHY turut memberi sinyal dukungan bagi Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak untuk memegang tampuk kepemimpinan di tingkat provinsi pada masa mendatang.

“Jika kader utama kita Mas Emil bisa kemudian mendapatkan amanah pula untuk melanjutkan kepemimpinan Ibu Khofifah di Jawa Timur di masa mendatang,” terangnya.

Menutup arahannya, AHY menegaskan bahwa cita-cita meraih kejayaan politik wajib dibuktikan melalui kerja nyata dan komitmen kolektif seluruh kader, bukan sekadar imbauan di atas kertas.

“Rebut kemenangan ini tidak boleh hanya menjadi jargon. Ini harus merupakan kesadaran kolektif,” tegas AHY.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya mengurai pembahasan APBN/APBD serta sejarah Program Keluarga Harapan (PKH) yang digagas pada 2007.

Ia mengingatkan bahwa pilihan membelanjakan APBN/APBD untuk kesejahteraan masyarakat merupakan komitmen bersama. Khofifah mengungkapkan dirinya termasuk tim yang membahas program conditional cash transfer pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya ingin menyampaikan di tahun 2007, saya termasuk tim yang ikut membahas. Tahun 2007 berarti presidennya adalah Bapak SBY, dan saya masuk tim untuk program conditional cash transfer. Conditional cash transfer, kemudian kita terjemahkan PKH (Program Keluarga Harapan),” urai Khofifah.

Disampaikan, fondasi pengentasan kemiskinan tersebut dibangun oleh Presiden SBY. Program serupa kini diterapkan di sekitar 73–74 negara dan terbukti signifikan menurunkan kemiskinan.

Khofifah berharap kader Partai Demokrat di semua lini dapat menjadikan inisiasi tersebut sebagai referensi strategis. Ia menekankan pentingnya sistem graduating agar masyarakat yang sebelumnya sangat miskin dapat mandiri dan menjadi pelaku ekonomi tangguh.

Ia juga menyoroti kesenjangan sebagai salah satu program prioritas Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, yang sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Khofifah menilai isu tersebut dapat menjadi rencana aksi Musda sekaligus program strategis bagi bupati, wakil bupati, serta anggota DPRD dari Partai Demokrat se-Jawa Timur.

“Kalau kita menyebut negara maju, maka salah satu tandanya adalah kemiskinannya tidak boleh lebih dari 2 persen. Jadi tidak bisa disebut negara maju kalau kemiskinannya masih tinggi,” tegasnya.

Ia berharap Partai Demokrat secara nasional dan di Jawa Timur dapat menjadi inisiator Indonesia menuju negara maju.

Kehadiran Kiai Asep Saifuddin Chalim di acara tersebut juga disorot Khofifah. Ia mengapresiasi doa yang dipanjatkan tokoh tersebut agar Partai Demokrat terus menjadi bagian dari problem solver persoalan masyarakat, bangsa, dan negara. (*)

Editor : Tudji Martudji