Selasa, 25 Agu 2026 22:50 WIB

Gubernur Khofifah Main Ular Tangga Bersama Anak-anak Pengungsi Gempa di Manggarai Timur

Gubernur Khofifah mengunjungi pengungsian warga terdampak gempa bumi di Benteng Jawa, Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT (IN/PHOTO: HUMAS)
Gubernur Khofifah mengunjungi pengungsian warga terdampak gempa bumi di Benteng Jawa, Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT (IN/PHOTO: HUMAS)

MANGGARAI TIMUR, INFONews.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi langsung lokasi pengungsian warga terdampak gempa bumi di Benteng Jawa, Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026). Ia tak hanya membawa bantuan, tetapi juga duduk bersama anak-anak bermain ular tangga dan berbincang dengan para ibu hingga terharu mendengar kisah mereka.


Setibanya di pengungsian, Khofifah menyapa warga dan melihat kondisi tempat tinggal sementara mereka. Saat melihat sejumlah anak sedang bermain, ia spontan mendekat.


“Ayo siapa yang bisa bermain ular tangga? Ke sini kita bermain bersama,” ajaknya.
Anak-anak langsung menyambut. Suasana yang semula tenang berubah ceria. Sambil bermain, Khofifah menanyakan aktivitas mereka selama di pengungsian dan kebutuhan perlengkapan sekolah.


“Kalau sudah waktunya masuk sekolah, anak-anak mungkin butuh tas dan sepatu. Tolong dikabarkan kepada saya. Nanti kita kirim tas dan sepatu untuk anak-anak sekolah di sini,” katanya.


Bagi Khofifah, anak-anak tetap perlu ruang bermain, belajar, dan bermimpi meski sementara tinggal di pengungsian. Dukungan yang diberikan tidak hanya kebutuhan dasar, tetapi juga upaya mengembalikan rutinitas agar mereka bisa kembali bersekolah.


Setelah itu, Khofifah beranjak ke tenda lansia dan ibu-ibu. Ia mendengarkan langsung kondisi warga. Seorang warga menceritakan rumahnya yang rusak akibat gempa sehingga keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Mendengar kisah itu, Khofifah tampak terharu hingga air matanya menetes. Ia memberikan penguatan dan meminta warga tetap tabah. Kepada para ibu, ia berpesan agar tetap kuat mendampingi anak-anak.


“Ibu-ibu harus kuat, semangat anak-anaknya. Mudah-mudahan anak-anak sukses, cucu-cucunya juga sukses, membahagiakan keluarga, daerah, bangsa dan negara,” ujarnya.


Ia juga mendoakan warga yang sakit agar segera sembuh.
“Yang sakit mudah-mudahan segera sembuh. Ibu-ibu bisa segera bangkit, sehat, kuat, semangat.”


Kunjungan itu sekaligus menindaklanjuti kebutuhan pangan. Setelah mendapat informasi dari camat setempat, Pemprov Jatim akan menambah lima ton beras. Kapal pengangkut dijadwalkan tiba pada 26 Agustus 2026.


Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dan dukungan CSR sebanyak 52,9 ton senilai Rp2.285.687.700. Bantuan itu meliputi pangan dan beras, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, serta kompor.


Pemprov Jatim juga mengirim tujuh dokter dari RSUD Dr. Soetomo ke RSUD Ruteng sejak 17 Agustus 2026, kemudian diperkuat dengan tenaga dokter dan perawat tambahan pada 22 Agustus 2026. Empat tenaga dukungan psikososial (LDP) disiapkan khusus untuk anak-anak.


Khofifah menekankan bahwa pemulihan membutuhkan waktu. Bantuan pangan, kesehatan, psikososial, pendidikan, dan penguatan ekonomi keluarga harus berjalan beriringan.
Sebelum meninggalkan lokasi, ia kembali menyapa warga.


“Pokoknya tetap sehat, kuat dan tetap semangat. Mudah-mudahan cepat bangkit semuanya. Ingat bahwa kita semua bersaudara, kalian tidak sendiri.”


Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengapresiasi kehadiran Khofifah.


“Terima kasih kepada Ibu Gubernur, perhatian yang Ibu berikan ini sangat berarti bagi kami, khususnya masyarakat Benteng Jawa yang sedang menghadapi musibah. Kedatangan Ibu, melihat langsung kondisi warga, berbicara dengan mereka, tentu menjadi kekuatan dan semangat bagi masyarakat kami,” katanya. (*)

Editor : Tudji Martudji