KH Imam Jazuli: NU Jangan Habis Energi Berebut Kekuasaan Jelang Muktamar

Reporter : Ali Masduki
Penyerahan cenderamata dari KH Imam Jazuli kepada Muhaimin Iskandar berupa Pusaka Keris Jangkung Pacar. INPhoto/FJN

CIREBON, INFONEWS.ID - Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli, mengajak seluruh elemen organisasi mengakhiri dinamika internal yang berpotensi menguras energi. 

Menurutnya, NU harus kembali mengoptimalkan peran sebagai organisasi yang melayani umat melalui pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Baca juga: Perjalanan Tengkar KH Miftahul Akhyar

Pandangan tersebut disampaikan KH Imam Jazuli usai bertemu Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Aston Cirebon, Minggu (28/6/2026) malam. 

Pertemuan berlangsung menjelang Muktamar ke-35 NU dan membahas arah organisasi serta hubungan NU dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kiai yang akrab disapa Imjaz itu menilai NU menghadapi tantangan besar sehingga seluruh potensi organisasi perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan terseret dalam persaingan internal.

"Kami sepakat hiruk-pikuk, gonjang-ganjing, dan disorientasi di lingkungan organisasi ulama harus dihentikan. NU memiliki tugas besar di bidang sosial, pendidikan, keagamaan, kesehatan, dan ekonomi yang menyentuh langsung kebutuhan jamaah. Jangan sampai energi organisasi habis untuk persoalan perebutan pengaruh dan kekuasaan internal," ujar KH Imam Jazuli.

Menurutnya, Muhaimin Iskandar memiliki tanggung jawab moral dan historis terhadap perjalanan NU sebagai cicit salah seorang pendiri organisasi tersebut.

"Sebagai cicit salah satu muassis Nahdlatul Ulama, Gus Muhaimin memikul tanggung jawab biologis sekaligus ideologis untuk menjaga arah dan masa depan NU. Karena itu, setiap pandangan beliau selalu menjadi perhatian nahdliyin," katanya.

Dalam diskusi tersebut, KH Imam Jazuli juga mengusulkan hubungan NU dan PKB dibangun melalui kemitraan yang saling menguatkan. Menurutnya, kedua institusi memiliki akar sejarah yang sama sehingga tidak semestinya saling mendominasi.

"NU dan PKB lahir dari rahim perjuangan yang sama. Hubungan keduanya perlu ditata kembali secara dinamis, harmonis, dan saling menguatkan sesuai peran masing-masing, bukan saling menguasai," ujarnya.

Baca juga: Menimbang Peluang Gus Yusuf di Bursa Ketua Umum PBNU

Ia berpandangan NU tetap menjalankan fungsi sebagai organisasi sosial-keagamaan melalui penguatan pendidikan, dakwah, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Sementara PKB bergerak pada jalur politik kebangsaan lewat demokrasi dan kebijakan publik.

"Ketika masing-masing berjalan sesuai khittah dan tugasnya, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh nahdliyin dan masyarakat luas," ucapnya.

KH Imam Jazuli berharap semangat kolaborasi tersebut mampu menjaga marwah organisasi sekaligus memperbesar kontribusi NU bagi bangsa.

Dalam pertemuan itu, Muhaimin Iskandar memberikan apresiasi terhadap konsep transformasi pendidikan pesantren yang dikembangkan KH Imam Jazuli.

"Konsep transformasi pendidikan pesantren yang dikembangkan Kiai Imam Jazuli merupakan contoh bagaimana pesantren mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri dan tradisi keislaman. Model seperti ini layak menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan di PBNU," kata Muhaimin.

Baca juga: Piagam Jakarta, Muktamar NU Ke-35, Prabowo–Gibran Dua Periode

Ia juga menilai KH Imam Jazuli sebagai tokoh yang memiliki visi jauh ke depan dalam membangun pendidikan pesantren.

"Beliau memiliki gagasan yang konsisten dan melampaui zamannya. Saat banyak lembaga pendidikan masih bertahan pada pola konvensional, beliau telah merancang transformasi pesantren untuk menyiapkan generasi masa depan," ujarnya.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan cenderamata dari KH Imam Jazuli kepada Muhaimin Iskandar berupa Pusaka Keris Jangkung Pacar yang disebut berasal dari tahun 1611 serta Kiswah Ka'bah koleksi tahun 1995. 

Penyerahan tersebut dimaknai sebagai simbol penghormatan sekaligus harapan agar semangat pengabdian kepada umat dan persatuan warga Nahdlatul Ulama terus terjaga menjelang Muktamar NU.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru